Share to:

Arbil

Erbil (Inggris)
Hewlêr (Kurmanji) هەولێر (Sorani)
 Kurdistan
Julukan: 
Kota Benteng dan Menara
Shar Park, Hawler, Kegubernuran Erbil, Irak
Shar Park, Hawler, Kegubernuran Erbil, Irak
Negara Irak de jure
Wilayah Kurdistan [[Kurdistan]] de facto
KegubernuranKegubernuran Arbil
Pemerintahan
 • GubernurOmed Khosnaw
Luas
 • Total115 km2 km2 (44 mil persegi sq mi)
 • Luas daratan113 km2 km2 (44 mil persegi sq mi)
 • Luas perairan2 km2 km2 (0,77 mil persegi sq mi)
Ketinggian
420 m (1,380 ft)
Populasi
 (2025)
 • Total1,580,000

Arbil (bahasa Arab: [اربيل, Arbīl] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan), terkadang ditulis juga Erbil) juga disebut Hawler (bahasa Kurdi: هەولێر, Hewlêr), adalah ibu kota dan kota terpadat di Wilayah Kurdistan, Irak. Kota ini adalah ibu kota Kegubernuran Erbil. Harbil adalah sebuah kota yang secara de facto bagian dari Federasi Basur dan secara de jure bagian dari Irak.

Pemukiman manusia di Erbil mungkin sudah ada sejak milenium ke-5 SM. Di jantung kota terdapat Benteng Erbil kuno dan Menara Mudhafaria. Referensi sejarah paling awal tentang wilayah tersebut berasal dari Dinasti Ketiga Ur di Sumeria, saat Raja Shulgi menyebut kota Urbilum. Kota tersebut kemudian ditaklukkan oleh bangsa Asyur.

Pada milenium ke-3 SM, Erbil merupakan kekuatan independen di wilayahnya. Kota tersebut ditaklukkan untuk sementara waktu oleh bangsa Gutia. Dimulai pada akhir milenium ke-2 SM, kota tersebut berada di bawah kendali bangsa Asyur. Setelah itu, kota ini menjadi bagian dari provinsi geopolitik Asyur di bawah beberapa kekaisaran secara bergantian, termasuk Kekaisaran Median, Kekaisaran Akhemeniyah (Asyur Akhemeniyah), Kekaisaran Makedonia, Kekaisaran Seleukia, Kekaisaran Armenia, Kekaisaran Parthia, Asyur Romawi, dan Kekaisaran Sassaniyah, serta menjadi ibu kota negara bagian Adiabene antara pertengahan abad kedua SM dan awal abad kedua M. Pada zaman kuno, dewa pelindung kota ini adalah Ishtar dari Arbela.

Setelah penaklukan Persia oleh Muslim, wilayah tersebut tidak lagi bersatu, dan selama Abad Pertengahan, kota tersebut dikuasai oleh Kekaisaran Seljuk dan Ottoman.

Museum arkeologi Erbil menyimpan banyak koleksi artefak pra-Islam, khususnya seni Mesopotamia, dan merupakan pusat proyek arkeologi di wilayah tersebut. Kota tersebut ditetapkan sebagai Ibu Kota Pariwisata Arab 2014 oleh Dewan Pariwisata Arab. Pada bulan Juli 2014, Benteng Erbil ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia.

Galeri

Referensi

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Prefix: a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Portal di Ensiklopedia Dunia

Kembali kehalaman sebelumnya