Share to:

Bakujur

Bakujur adalah permainan tradisional khas suku Banjar di Kalimantan Selatan. Nama permainan ini berasal dari kata kujur yang berarti lurus. Bakujur mirip dengan permainan catur mini atau tic-tac-toe, tetapi menggunakan garis-garis yang saling terhubung di atas tanah atau karton. Permainan ini dimainkan oleh dua orang, dan kadang dibantu teman-teman lain yang ikut mengamati. Meskipun sederhana, bakujur menuntut strategi dan ketelitian agar bisa membuat tiga biji membentuk garis lurus.[1]

Alat Permainan

Alat yang dibutuhkan sangat mudah didapat. Yang utama adalah biji-bijian atau batu kerikil kecil. Setiap pemain biasanya memiliki tiga buah biji atau batu sebagai undas (andalan). Selain itu, diperlukan papan permainan yang digambar di tanah atau di atas karton. Papan berupa kotak-kotak dengan garis-garis yang saling terhubung, membentuk titik-titik tempat biji diletakkan dan digeser. Tidak ada alat khusus yang harus dibeli; anak-anak cukup menggunakan bahan yang ada di sekitar rumah atau halaman.[2]

Cara Bermain

Permainan dimulai dengan undian untuk menentukan siapa yang bergerak lebih dulu. Setiap pemain memiliki tiga biji. Pemain pertama memindahkan bijinya ke titik yang dikehendaki, baik ke tengah, samping, maupun diagonal. Kemudian giliran lawan melakukan hal yang sama. Biji dapat digeser ke titik kosong yang terhubung dengan garis. Tujuan utamanya adalah membuat ketiga biji milik sendiri berada dalam satu garis lurus, baik mendatar, tegak, maupun menyilang.

Keterampilan pemain terlihat dari kemampuannya memaksa lawan membuka jalan, sehingga ketiga bijinya bisa membentuk barisan lurus. Jika seorang pemain berhasil membuat tiga bijinya segaris, ia dinyatakan menang. Permainan bisa berlangsung cepat atau agak lama, tergantung seberapa hati-hati kedua pemain menjaga posisi masing-masing. Karena tidak membutuhkan lapangan luas, bakujur sering dimainkan di teras rumah atau di halaman yang rata.[1]

Nilai Permainan

Bakujur memiliki nilai pendidikan yang cukup jelas. Melalui permainan ini, anak-anak dilatih berpikir strategis dan merencanakan langkah ke depan. Mereka juga belajar ketelitian serta kesabaran, karena satu langkah yang salah bisa membuka peluang bagi lawan. Selain itu, bakujur mempererat kebersamaan antar teman, sebab sering dimainkan sambil berbincang dan saling mengamati gerakan satu sama lain.[2][1]

Referensi

  1. ^ a b c Huda, Sirajul (2015). Permainan Tradisional Rakyat Kalimantan Selatan. Banjarmasin: Pustaka Banua. hlm. 65-67. ISBN: 978-602-9864-24-3.
  2. ^ a b Seman, Syamsiar (2019). Permainan Tradisional Orang Banjar. Banjarmasin: Lembaga Pelestarian Budaya Banjar Kalimantan Selatan. hlm. 55-57. ISBN 979-15063-2.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Prefix: a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Portal di Ensiklopedia Dunia

Kembali kehalaman sebelumnya