Biomining
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |
Biomining merupakan proses yang memanfaatkan organisme hidup untuk mengekstraksi logam dari bijih maupun material padat lainnya. Umumnya, proses ini melibatkan mikroorganisme prokariotik, meskipun jenis organisme lain seperti jamur serta tumbuhan (dikenal sebagai fitoekstraksi atau fitomining) juga dapat diterapkan dalam mekanisme serupa.[1] Biomining termasuk ke dalam cabang biohidrometalurgi yang memiliki berbagai penerapan, di antaranya pemurnian bijih, pemulihan logam bernilai tinggi, serta kegiatan bioremediasi lingkungan.[2] Penerapan terbesar biomining saat ini ditemukan pada pengolahan limbah tambang yang mengandung unsur logam seperti besi, tembaga, seng, dan emas, yang memungkinkan pemanfaatan kembali mineral sisa. Teknik ini juga bermanfaat dalam meningkatkan efisiensi ekstraksi dari bijih dengan kadar logam yang rendah.[3] Biomining dianggap sebagai pendekatan alternatif yang lebih ramah lingkungan, atau pelengkap terhadap metode pertambangan konvensional. Secara teknis, metode biomining modern merupakan bentuk modifikasi dari proses pelindian dalam penambangan[2]. Prosedur bioleaching yang menjadi inti dari biomining dilakukan dengan menginokulasi batuan hasil tambang menggunakan bakteri serta larutan asam, kemudian larutan hasil pelindian diolah kembali untuk memperoleh logam bernilai ekonomi.[4] Selain fungsi utamanya dalam pemulihan logam, biomining juga memiliki peran penting dalam bioremediasi, misalnya dalam pembersihan lingkungan pesisir yang terdampak tumpahan minyak. Di masa depan, biomining diproyeksikan memiliki potensi luas[5], termasuk dalam eksplorasi biomining di luar angkasa, bioleaching berbasis jamur, serta penerapan biomaterial hibrida dalam proses ekstraksi logam.[6][7][8]
Sejarah biomining
Kemungkinan penerapan mikroorganisme dalam proses biomining mulai dipahami setelah terbitnya publikasi ilmiah tahun 1951 oleh Kenneth Temple dan Arthur Colmer.[9] Dalam penelitian tersebut, keduanya mengemukakan bukti bahwa bakteri Acidithiobacillus ferrooxidans (sebelumnya dikenal sebagai Thiobacillus ferrooxidans) merupakan organisme pengoksidasi besi yang mampu berkembang dengan baik pada lingkungan kaya unsur besi, tembaga, dan magnesium. Dalam percobaan tersebut, A. ferrooxidans diinokulasikan ke dalam medium yang mengandung antara 2.000 hingga 26.000 ppm ion besi fero, dan hasilnya menunjukkan bahwa pertumbuhan serta motilitas bakteri meningkat seiring dengan tingginya konsentrasi besi.[4] Produk metabolik dari aktivitas bakteri tersebut menyebabkan lingkungan tumbuh menjadi sangat asam[10], tetapi kondisi tersebut tetap mendukung kelangsungan hidupnya.[11]
Setelah temuan tersebut, penelitian lebih lanjut dilakukan untuk mengeksplorasi kemampuan jamur dalam melarutkan logam dari lingkungan alaminya, serta pemanfaatan mikroorganisme untuk menyerap unsur radioaktif seperti uranium dan torium[10]. Kajian-kajian ini memperluas pemahaman mengenai potensi biologis dalam proses ekstraksi logam dan remediasi material berbahaya.[11]
Walaupun penerapan biomining secara industri baru dimulai pada dekade 1960-an, praktik serupa telah digunakan secara tidak sadar selama berabad-abad. Di Eropa Barat, upaya memperoleh tembaga dari besi melalui aliran air tambang dahulu dianggap sebagai bentuk praktik alkimia. Kini diketahui bahwa proses tersebut hanyalah reaksi kimia sederhana:[12]
Cu²⁺ + Fe⁰ → Cu⁰ + Fe²⁺
Pada masa Abad Pertengahan di wilayah Portugal, Spanyol, dan Wales, para penambang secara tidak sengaja memanfaatkan reaksi ini dengan menenggelamkan besi sisa ke dalam lubang tambang yang dibanjiri air untuk memperoleh logam tembaga.[13]
Di kawasan Tiongkok, teknik biomining diketahui telah diterapkan sejak abad ke-6 hingga ke-7 SM. Hubungan antara air dan bijih sebagai faktor utama dalam produksi tembaga telah terdokumentasi dengan baik, dan pada masa Dinasti Tang serta Dinasti Song, metode hidrometalurgi digunakan secara luas. Meskipun mekanisme biologis melalui oksidasi bakteri belum dipahami pada masa itu, praktik biomining yang tidak disengaja ini memungkinkan produksi tembaga di Tiongkok mencapai sekitar 1.000 ton per tahun.[14]
Aplikasi
Salah satu penerapan terbesar dari metode pelindian biologis terdapat pada kegiatan penambangan tembaga. Acidithiobacillus ferrooxidans memiliki kemampuan untuk melarutkan tembaga melalui proses oksidasi terhadap bentuk tereduksi dari besi (Fe²⁺), dengan memanfaatkan elektron yang berasal dari senyawa sulfur dan karbon dioksida.[15] Proses metabolik ini menghasilkan ion besi teroksidasi (Fe³⁺) serta ion hidrogen (H⁺) melalui serangkaian reaksi yang berlangsung secara siklikal sebagai berikut:
CuFeS₂ + 4H⁺ + O₂ → Cu²⁺ + Fe²⁺ + 2S⁰ + 2H₂O
4Fe²⁺ + 4H⁺ + O₂ → 4Fe³⁺ + 2H₂O
2S⁰ + 3O₂ + 2H₂O → 2SO₄²⁻ + 4H⁺
CuFeS₂ + 4Fe³⁺ → Cu²⁺ + 2S⁰ + 5Fe²⁺
Setelah proses pelindian berlangsung, logam tembaga dapat dipulihkan melalui reaksi sementasi menggunakan besi elemental:
Fe⁰ + Cu²⁺ → Cu⁰ + Fe²⁺
Pemanfaatan bakteri seperti A. ferrooxidans dalam pelarutan tembaga dari limbah tambang (tailing) terbukti meningkatkan efisiensi pemulihan logam sekaligus menurunkan biaya operasional. Selain itu, pendekatan ini juga memungkinkan proses ekstraksi dari bijih dengan kadar tembaga rendah, yang menjadi faktor penting di tengah semakin berkurangnya cadangan bijih berkadar tinggi.[3]
Referensi
- ^ Sheoran, V.; Sheoran, A. S.; Poonia, P. (2009-10-01). "Phytomining: A review". Minerals Engineering. 22 (12): 1007–1019. doi:10.1016/j.mineng.2009.04.001. ISSN 0892-6875.
- ^ a b Jerez, Carlos A. (2017-09). "Biomining of metals: how to access and exploit natural resource sustainably". Microbial Biotechnology. 10 (5): 1191–1193. doi:10.1111/1751-7915.12792. ISSN 1751-7915. PMC 5609284. PMID 28771998.
- ^ a b Kundu, K.; Kumar, A. (2014). "Biochemical Engineering Parameters for Hydrometallurgical Processes: Steps towards a Deeper Understanding". Journal of Mining (dalam bahasa Inggris). 2014 (1): 290275. doi:10.1155/2014/290275. ISSN 2314-6532. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
- ^ a b Johnson, D Barrie (2014-12-01). "Biomining — biotechnologies for extracting and recovering metals from ores and waste materials". Current Opinion in Biotechnology. Chemical biotechnology • Pharmaceutical biotechnology. 30: 24–31. doi:10.1016/j.copbio.2014.04.008. ISSN 0958-1669.
- ^ Atlas, Ronald M.; Hazen, Terry C. (2011-08-15). "Oil biodegradation and bioremediation: a tale of the two worst spills in U.S. history". Environmental Science & Technology. 45 (16): 6709–6715. doi:10.1021/es2013227. ISSN 1520-5851. PMC 3155281. PMID 21699212.
- ^ Santomartino, Rosa; Zea, Luis; Cockell, Charles S. (2022-01-06). "The smallest space miners: principles of space biomining". Extremophiles (dalam bahasa Inggris). 26 (1): 7. doi:10.1007/s00792-021-01253-w. ISSN 1433-4909. PMC 8739323. PMID 34993644.
- ^ Dusengemungu, Leonce; Kasali, George; Gwanama, Cousins; Mubemba, Benjamin (2021-10-01). "Overview of fungal bioleaching of metals". Environmental Advances. 5: 100083. doi:10.1016/j.envadv.2021.100083. ISSN 2666-7657.
- ^ Cetinel, Sibel; Shen, Wei-Zheng; Aminpour, Maral; Bhomkar, Prasanna; Wang, Feng; Borujeny, Elham Rafie; Sharma, Kumakshi; Nayebi, Niloofar; Montemagno, Carlo (2018-02-20). "Biomining of MoS2 with Peptide-based Smart Biomaterials". Scientific Reports. 8 (1): 3374. doi:10.1038/s41598-018-21692-4. ISSN 2045-2322. PMC 5820330. PMID 29463859.
- ^ Temple, K. L.; Colmer, A. R. (1951-11). "The autotrophic oxidation of iron by a new bacterium, thiobacillus ferrooxidans". Journal of Bacteriology. 62 (5): 605–611. doi:10.1128/jb.62.5.605-611.1951. ISSN 0021-9193. PMC 386175. PMID 14897836.
- ^ a b Tsezos, Marios (2014). Schippers, Axel; Glombitza, Franz; Sand, Wolfgang (ed.). Biosorption: A Mechanistic Approach (dalam bahasa Inggris). Berlin, Heidelberg: Springer. hlm. 173–209. doi:10.1007/10_2013_250. ISBN 978-3-642-54710-2.
- ^ a b Wang, Yuguang; Zeng, Weimin; Qiu, Guanzhou; Chen, Xinhua; Zhou, Hongbo (2014-01). "A moderately thermophilic mixed microbial culture for bioleaching of chalcopyrite concentrate at high pulp density". Applied and Environmental Microbiology. 80 (2): 741–750. doi:10.1128/AEM.02907-13. ISSN 1098-5336. PMC 3911102. PMID 24242252.
- ^ Barton, Larry L.; Mandl, Martin; Loy, Alexander, ed. (2010). "Geomicrobiology: Molecular and Environmental Perspective". SpringerLink (dalam bahasa Inggris). doi:10.1007/978-90-481-9204-5.
- ^ Johnson, D. Barrie (2015-03). "Biomining goes underground". Nature Geoscience (dalam bahasa Inggris). 8 (3): 165–166. doi:10.1038/ngeo2384. ISSN 1752-0908.
- ^ Qiu, Guanzhou; Liu, Xueduan; Zhang, Ruiyong (2023). Johnson, David Barrie; Bryan, Christopher George; Schlömann, Michael; Roberto, Francisco Figueroa (ed.). Biomining in China: History and Current Status (dalam bahasa Inggris). Cham: Springer International Publishing. hlm. 151–161. doi:10.1007/978-3-031-05382-5_8. ISBN 978-3-031-05382-5.
- ^ Valdés, Jorge; Pedroso, Inti; Quatrini, Raquel; Dodson, Robert J.; Tettelin, Herve; Blake, Robert; Eisen, Jonathan A.; Holmes, David S. (2008-12-11). "Acidithiobacillus ferrooxidans metabolism: from genome sequence to industrial applications". BMC Genomics. 9 (1): 597. doi:10.1186/1471-2164-9-597. ISSN 1471-2164. PMC 2621215. PMID 19077236. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.









