Crownshaft

Formasi pangkal daun melingkar memanjang yang terdapat pada beberapa spesies palem disebut crownshaft.
Pangkal daun dari beberapa palem berdaun menyirip (yang paling menonjol adalah Roystonea regia atau palem raja, tetapi juga mencakup genus Areca, Wodyetia, dan Pinanga) membentuk pelepah di bagian atas batang, mengelilingi tunas tempat semua daun berikutnya terbentuk.[1]
Crownshaft berbentuk seperti kolom di atas batang utama dan di bawah tajuk daun utama, yang tidak lain adalah kumpulan pangkal daun tanaman tersebut yang melilit rapat satu sama lain. Biasanya berwarna hijau, tetapi bisa juga memiliki warna yang berbeda dari daunnya, termasuk putih, biru, merah, kecokelatan, atau oranye. Setiap lapisan crownshaft merupakan pangkal daun yang berbeda dan biasanya terbuat dari bahan berserat kuat dengan tekstur yang menyerupai kulit. Di banyak bagian dunia, bahan ini dikeringkan dan digunakan untuk membuat penutup, lembaran, dan bahan atap. Pangkal daun beberapa jenis palem juga digunakan untuk mengekstrak sabut.[butuh rujukan]
Daun tertua membentuk lapisan terluar dari crownshaft. Pada akhirnya, pelepah palem paling bawah akan mati, lapisan luar crownshaft terbelah, daun terbuka dan terlepas dari batang, sehingga memperlihatkan permukaan crownshaft yang baru. Seiring waktu, daun tua terlepas di bagian pangkal dan jatuh, meninggalkan cincin serta tonjolan khas bekas pangkal daun yang terlihat pada batang banyak spesies palem. Bekas luka ini biasanya memudar seiring waktu, dan jarak antara dua bekas luka berturut-turut merupakan indikator perkiraan kecepatan pertumbuhan palem. Dalam kondisi tropis saat kondisi pertumbuhan baik, palem tumbuh lebih cepat dan celah antar bekas luka menjadi lebar; sebaliknya, ketika kondisi pertumbuhan tidak optimal, pertumbuhan tanaman melambat dan celah menjadi lebih sempit. Palem muda biasanya tumbuh lebih cepat daripada palem dewasa; hal ini ditunjukkan oleh celah yang lebih besar antar bekas luka di bagian pangkal dibandingkan dengan bagian atas.[butuh rujukan]
Pada beberapa spesies palem, batang semu ini cukup tidak jelas karena pangkal daun tidak melilit satu sama lain dengan sangat rapat, sehingga batangnya menjadi memanjang dan "longgar."
Beberapa spesies palem tidak membentuk crownshaft hingga melewati tahap remaja.
Galeri
-
Crownshaft pada palem raja dewasa
-
Crownshaft pada palem raja, Republik Dominika
Referensi
- ^ Riffle, Robert L. and Craft, Paul (2003) An Encyclopedia of Cultivated Palms. Portland: Timber Press. ISBN 0-88192-558-6 / ISBN 978-0-88192-558-6
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.









