Share to:

Danau Biru Pengaron

Danau Biru Pengaron adalah danau alami di Desa Sungkai, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Danau ini terbentuk dari genangan air hujan di ceruk bekas tambang batu bara, dengan warna biru kehijauan yang mencolok akibat pantulan sinar matahari dan kedalaman air. Meskipun belum dikelola secara profesional, danau ini telah menjadi destinasi wisata populer bagi warga lokal yang mencari ketenangan alam, meskipun aksesnya masih menantang.[1]

Sejarah

Danau ini berasal dari aktivitas penambangan batu bara pada era 1980-an hingga 1990-an, di mana galian dalam meninggalkan lubang besar yang kemudian terisi air hujan dan sumber tanah. Secara bertahap, lubang itu membentuk danau dengan kedalaman hingga 20 meter, dikelilingi tebing curam setinggi 10–15 meter. Masyarakat setempat mulai mengenalnya sebagai Danau Parta atau Paring Tali, tapi nama Biru Pengaron melekat karena warna airnya yang khas. Pada awal 2010-an, danau ini mulai dikunjungi secara sporadis, terutama akhir pekan, meskipun belum ada fasilitas resmi. Hingga kini, pengelolaan bergantung pada warga desa, dengan upaya sederhana seperti pembersihan manual untuk menjaga kebersihan.[2][3]

Deskripsi

Luas danau sekitar 1 hektar, dikelilingi pepohonan hijau dan tebing batu yang memberikan kontras dramatis dengan air biru jernih. Warna biru itu berasal dari mineral tanah pasca-tambang dan pantulan langit, terutama saat cuaca cerah. Kehadiran ikan seluang kecil menandakan air relatif bersih, meskipun kedalamannya membuatnya berbahaya bagi perenang pemula. Pengunjung sering datang untuk berfoto, karena latar tebing dan air memberikan spot Instagramable yang alami. Namun, tidak ada fasilitas seperti gazebo atau toilet permanen, hanya warung kecil yang menjajakan minuman dan camilan sederhana.[1][2]

Akses dari Banjarmasin memakan waktu sekitar 1–2 jam melalui jalan aspal hingga Martapura, lalu tanah berbatu terjal dan berdebu ke arah Pengaron. Dari Pantai Batakan, jaraknya sekitar 30 km, tapi rute masih kasar, memerlukan kendaraan tangguh. Tiket masuk gratis, meskipun donasi sukarela kadang diminta warga untuk pemeliharaan.[3]

Kegiatan

Pengunjung biasanya menikmati pemandangan dari pinggir danau, berfoto di tebing, atau sekadar duduk santai. Berenang diperbolehkan, tapi disarankan hati-hati karena arus bawah tanah dan kedalaman mendadak. Memancing ikan seluang atau piknik keluarga juga umum, terutama pagi atau sore hari untuk menghindari panas. Beberapa kelompok datang untuk meditasi atau fotografi alam, memanfaatkan cahaya pagi yang membuat air tampak seperti permata biru. Namun, tidak ada aktivitas terstruktur seperti perahu wisata atau pemandu, sehingga pengalaman bergantung pada inisiatif pribadi.[2][3]

Danau ini menjadi simbol transformasi bekas tambang menjadi aset alam, meskipun tantangan seperti erosi tebing dan sampah pengunjung tetap ada. Pemerintah daerah berencana pengembangan sederhana seperti jalan setapak dan spot foto, tapi hingga kini, danau dikelola secara swadaya oleh warga. Kehadirannya menarik wisatawan lokal, mendukung ekonomi kecil-kecilan, meskipun belum mencapai skala nasional. Danau Biru Pengaron mencerminkan keindahan tak terduga dari warisan industri, yang menawarkan ketenangan sederhana bagi pencinta alam di Kalimantan Selatan..[1]

Referensi

  1. ^ a b c "Danau Biru Pengaron: Jejak Tambang yang Menjelma Jadi Destinasi Wisata". Kabar BUMN. 2 Juli 2025. Diakses tanggal 14 November 2025.
  2. ^ a b c "Eksotisme Keindahan Danau Biru Pengaron, Kalimantan Selatan". Indonesia Traveler. Diakses tanggal 14 November 2025.
  3. ^ a b c "Danau Biru Pengaron". Liburan Anak. Diakses tanggal 14 November 2025.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Prefix: a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Portal di Ensiklopedia Dunia

Kembali kehalaman sebelumnya