Share to:

Ensō

Ensō (ca 2000) oleh Kanjuro Shibata XX. Beberapa seniman menggambar ensō dengan bukaan pada lingkaran, sementara yang lain menutup lingkaran.

Pada Zen, ensō (, "bentuk melingkar")[1] adalah lingkaran yang digambar tangan dalam satu atau dua sapuan kuas tanpa hambatan untuk mengekspresikan momen ketika pikiran bebas membiarkan tubuh berkreasi.

Deskripsi

Ensō melambangkan pencerahan yang mutlak, kekuatan, keanggunan, alam semesta, dan mu (kekosongan). Hal ini ditandai dengan minimalisme yang lahir dari estetika Jepang.

Menggambar ensō adalah praktik disiplin-kreatif lukisan tinta Jepang, sumi-e. Peralatan dan mekanisme menggambar ensō sama dengan yang digunakan dalam kaligrafi Jepang tradisional: Seseorang menggunakan kuas tinta untuk mengoleskan tinta pada washi (kertas tipis Jepang).

Lingkaran bisa terbuka atau tertutup. Dalam kasus sebelumnya, lingkaran tidak lengkap, memungkinkan untuk gerakan dan pengembangan serta kesempurnaan segala sesuatu. Praktisi Zen menghubungkan gagasan itu dengan wabi-sabi, keindahan ketidaksempurnaan. Ketika lingkaran ditutup, itu mewakili kesempurnaan, mirip dengan bentuk sempurna Plato, alasan mengapa lingkaran digunakan selama berabad-abad dalam konstruksi model kosmologis.

Biasanya, seseorang menggambar ensō dalam satu gerakan ekspresif yang lancar. Ketika digambar menurut gaya kaligrafi Jepang Sōsho (kursif), sapuan kuasnya sangat cepat. Setelah ensō digambar, seseorang tidak mengubahnya. Ini membuktikan karakter penciptanya dan konteks penciptaannya dalam periode waktu yang singkat dan berkelanjutan. Menggambar ensō adalah latihan spiritual yang bisa dilakukan seseorang sesering sekali sehari.[2]

Latihan spiritual menggambar ensō atau menulis kaligrafi Jepang untuk realisasi diri ini disebut hitsuzendō. Ensō mencontohkan berbagai dimensi perspektif dan estetika wabi-sabi Jepang: fukinsei (asimetri, ketidakteraturan), kanso (kesederhanaan), koko (dasar; lapuk), shizen (tanpa kepura-puraan; alami), yugen (rahmat yang sangat mendalam), datsuzoku (kebebasan), dan seijaku (ketenangan).

Lihat pula

Referensi

  1. ^ Tanahashi, Kazuaki (2013). Treasury of the True Dharma Eye. Shambhala. hlm. 1115. ISBN 978-0-8348-2836-0. 圓相 [ensō], literally, circle form. Represents enlightenment. 團圝 [danran], literally, circle round. Represents intimacy.
  2. ^ Seo, Audrey Yoshiko (2007). Ensō: Zen Circles of Enlightenment. Boston: Weatherhill. ISBN 9780834805750. OCLC 71329980.

Bacaan lebih lanjut

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Prefix: a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Portal di Ensiklopedia Dunia

Kembali kehalaman sebelumnya