Share to:

Mangupa

Mangupa adalah upacara adat masyarakat Angkola-Mandailing di wilayah Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Tradisi ini merupakan bagian penting dari sistem adat Dalihan Na Tolu dan berfungsi sebagai bentuk doa, restu, serta penguatan semangat hidup seseorang. Tujuan utamanya ialah paulak tondi tu badan atau mengembalikan semangat (tondi) ke dalam tubuh agar seseorang kembali sehat, seimbang, dan mendapat keberkahan hidup.[1]

Asal-usul dan makna

Mangupa telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Tapanuli Bagian Selatan sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan sebagai simbol perhatian sosial dalam berbagai peristiwa penting seperti kelahiran, pernikahan, kesembuhan, hingga pindah rumah.[2]

Dalam pandangan tradisi lama, mangupa dipercaya dapat memanggil kembali tondi yang meninggalkan tubuh karena sakit atau trauma. Namun, pada masa kini pemaknaannya bergeser menjadi simbol doa, dukungan moral, dan kasih sayang antarsesama.[3]

Konsep Dalihan Na Tolu yang melandasi pelaksanaan mangupa terdiri atas tiga unsur sosial utama: Mora (pemberi istri atau pihak mertua), Kahanggi (kerabat sedarah satu marga), dan Anak Boru (penerima istri atau pihak besan). Ketiga unsur ini harus hadir dalam setiap pelaksanaan upacara karena keseimbangan sosial dan legitimasi adat dianggap tidak akan tercapai tanpa mereka.[4]

Pelaksanaan upacara

Upacara mangupa biasanya dipimpin oleh raja panusunan bulung, tokoh adat tertinggi dalam komunitas. Prosesi dilaksanakan di rumah pihak yang berhajat sebelum tengah hari. Perangkat upacara disusun di atas tampi (nampan anyaman) yang dialasi daun pisang dan diisi berbagai jenis pangupa seperti nasi putih, ikan, ayam, kambing, kerbau, telur rebus, dan garam. Setiap bahan memiliki makna simbolik: ayam melambangkan kasih sayang dan tanggung jawab, ikan merah berarti keberanian, garam sebagai lambang kesucian, sedangkan daun pisang ujung menandakan doa agar hidup tidak terputus dan terus bertumbuh.[4]

Tingkatan pangupa mencerminkan besar kecilnya hajatan: mulai dari sebutir telur (pira manuk), seekor ayam, kambing (hambeng), hingga kerbau (horbo) untuk upacara besar. Setelah perlengkapan siap, pihak keluarga dan tokoh adat menyampaikan hata pangupa, yaitu nasihat, doa, dan pengharapan yang diucapkan secara simbolik kepada orang yang diupa. Bagian penutup ditandai dengan yang diupa mencicipi hidangan pangupa sebagai lambang penerimaan doa dan restu.[3]

Dalam konteks pernikahan (mangupa haroan boru), kedua mempelai duduk di hadapan perangkat pangupa. Mora memberikan izin dan doa restu, Kahanggi menyampaikan nasihat hidup, sedangkan Anak Boru mempersiapkan perlengkapan upacara. Melalui dialog simbolik ini, pasangan diingatkan untuk hidup sakinah, mawaddah, warahmah serta menjaga keharmonisan keluarga.[4]

Rujukan

Referensi

  1. ^ Yusni, Amri (2018). "Mangupa; An Oral Tradition of Angkola Community". Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI) Journal. 1 (2). https://doi.org/10.33258/birci.v1i2.12
  2. ^ Musa, Arifin. (2018). "Mangupa Ditinjau dari Perspektif Hukum Islam". Jurnal El-Qanuny. 4 (1). https://doi.org/10.24952/el-qonuniy.v4i1.1826
  3. ^ a b Irma, Daulay Khoirot. (2021). "Interpersonal Meaning of Mangupa Towards Dalihan Na Tolu Tapanuli Selatan in Medan". Southeast Asia Language Teaching and Learning (SALTeL) Journal. 4 (1). https://doi.org/10.35307/saltel.v4i1.63
  4. ^ a b c Parapat, Lili Herawati. (2022). "Pembentukan Simbol yang Digunakan pada Upacara Adat 'Mangupa'". Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra. 7 (1).

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Prefix: a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Portal di Ensiklopedia Dunia

Kembali kehalaman sebelumnya