Share to:

Maryam Amid

Mozayyen ol-Saltaneh
Maryam Amid-Semnani
Maryam Amid-Semnani
Nama asalPersia: مریم عمید سمنانی
Lahir1881/1882
Semnan, Qajar Iran
Meninggal1919
Pekerjaanintelektual, jurnalis
Dikenal atasAdvokasi hak-hak sipil

Maryam Amid-Semnani (Persia: مریم عمید سمنانی) juga dikenal dengan gelar kehormatannya Mozayyen ol-Saltaneh, adalah seorang intelektual dan jurnalis Iran yang aktif pada awal abad ke-20. Di Iran, Ia dikenang karena mendirikan Shokufeh, sebuah majalah wanita yang berpengaruh.[1] Ia juga mendirikan Masyarakat Wanita Iran, yang dilaporkan memiliki 5.000 anggota pada puncak popularitasnya.[2]

Riwayat hidup

Amid-Semnani lahir di Semnan, di Iran wilayah tengah-utara, pada masa Dinasti Qajar. Ia adalah putri ketiga dari Mir Seyed Razi Semnani (dikenal juga sebagai Reyis Al-Atabeh) dan Mirza Ibrahim Amid al-Saltanah. Ayahnya adalah seorang dokter untuk Naser al-Din Shah Qajar, dan wakil pertama Semnan dan Shahrud di Majelis Nasional. Ia menerima pendidikan dasar dari ayahnya, dan kemudian belajar bahasa Prancis dan Fotografi.[3]

Keluarganya mengatur agar Ia menikah dengan Pangeran Hosseini Mirza Emad al-Saltanah Salvar ketika Ia berusia 16 tahun. Ia sangat menentang pernikahan tersebut dan berhasil mendapatkan perceraian setelah satu tahun menikah.[4] Tujuh tahun kemudian, Ia menikah dengan seorang intelektual bernama Qavam ol-Hakmah dan mereka memiliki dua anak. Setelah 7 tahun menikah, Qavam meninggal, sehingga Amid-Semnani harus membesarkan anak-anaknya sendiri.[5]

Pendirian sekolah putri

Dalam masyarakat patriarki Iran pada masa itu, kaum konservatif agama sangat menentang pendidikan anak perempuan.[6] Sebagian besar perempuan buta huruf, karena keluarga seringkali enggan menyekolahkan anak perempuan mereka.[6] Pada 1912, Amid-Semnani mendirikan sekolah untuk anak perempuan dengan dua cabang. Satu cabang, Dar al-'Elm, menawarkan pelajaran membaca dan menulis, matematika, geografi, dan bahasa asing.[7] Calon siswa yang ingin masuk Dar al-'Elm diharuskan lulus ujian yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan. Cabang lainnya, Dar Al-Sanayeh, terletak di lingkungan Abmangel. Cabang ini menyediakan pelajaran seni dan kerajinan tangan seperti menenun karpet, merajut, dan membuat kaus kaki.[8][7] Untuk mendorong keluarga menyekolahkan anak perempuan mereka dan memastikan mereka tetap bersekolah hingga menyelesaikan studi mereka, Amid mengizinkan banyak siswa untuk mendaftar secara gratis.[9]

Majalah Shokufeh

Amid-Semnani adalah inisiator majalah wanita Iran kedua, setelah sebelumnya telah ada majalah Danesh atau Pengetahuan yang hanya bertahan dari 1910 hingga 1911.[10][11] Bekerja dengan nama Maryam Amid Mozayen al-Saltaneh,[12] Ia menyunting dan menulis untuk Shokufeh (juga ditransliterasikan sebagai Shokoufeh, Shokofeh atau Shekufeh yang berarti Mekar), sebuah majalah yang diterbitkan di Teheran dari 1912/1913 hingga 1916/1919.[11][12]

Majalah Shokufeh didedikasikan untuk memajukan pendidikan dan kesetaraan hak bagi perempuan.[13] Majalah ini memuat artikel-artikel tentang isu-isu hak perempuan seperti pernikahan dini dan kurangnya kesempatan pendidikan bagi anak perempuan, dan juga membahas topik-topik politik.[13][14] Majalah ini terkenal karena penggunaan satirnya, karena seluruh sampul belakangnya awalnya diisi dengan karikatur sosial,[15] meskipun hal ini dihentikan setelah dimulainya Perang Dunia I.[16] Shokufeh diterbitkan dua kali sebulan dan awalnya terdiri dari empat halaman yang dicetak dalam kaligrafi Naskh tradisional. Mulai edisi kelima dan seterusnya, majalah ini diterbitkan dalam aksara Nastaliq.

Selain jurnal, Amid-Semnani menerjemahkan beberapa buku berbahasa Prancis ke dalam bahasa Persia.[17]

Anjoman Hemmat Khavatin

Amid-Semnani adalah anggota Anjoman Hemmat Khavatin (Masyarakat untuk Upaya Perempuan), dan mendukung kegiatannya di halaman Shokufeh.[18] Salah satu tujuan utama dari asosiasi yang dipimpin oleh Noor al-Daji adalah untuk mencegah impor dan penggunaan produk asing.

Penentangan terhadap takhayul

Amid-Semnani juga melakukan perlawanan terhadap takhayul dan tradisi lama, terutama di kalangan perempuan. Ia menggunakan Shokufeh untuk mengungkap penindasan dan ide-ide reaksioner. Amid-Semnani yang mengutuk tradisi perempuan yang kurang berkembang di Iran, meninjau dan membandingkan situasi perempuan di bagian lain dunia, terutama di Eropa, dan menganggap hal ini sebagai cara paling penting untuk meningkatkan kesadaran perempuan di Iran.[19]

Kematian

Amid-Semnani meninggal karena serangan jantung pada September 1919 saat melakukan perjalanan ke kampung halamannya di Semnan. Ia dilaporkan berusia 37 tahun pada saat kematiannya.[20]

Lihat juga

Referensi

  1. ^ "Women and their achievements feature on billboards in Iran". BBC News. Diakses tanggal 2020-04-19.
  2. ^ Women in the Middle East: Past and Present. Princeton University (Accessed 19 April 2020). 9 August 2012. ISBN 9781400845057.
  3. ^ The biography of the first female Iranian journalist.
  4. ^ "Azema, L. (2019) Petits Contes persans non-conventionnels". Courrier International 25 October (Accessed 19 April 2020)..
  5. ^ Truth, Abdul Rafiee. The first female journalist in Iran, Gohar, numbers 11–12 (December 1973 – January 1974).
  6. ^ a b Ettehadieh, M (2004). "The Origins and Development of the Women's Movement in Iran, 1906–41". Dalam Beck, L; Nashat, G (ed.). Women in Iran from 1800 to the Islamic Republic. University of Illinois Press. hlm. 85–106. Diakses tanggal 2020-04-19.
  7. ^ a b Latifi. Persia Digest. ;
  8. ^ The biography of the first female Iranian journalist.
  9. ^ Azema. Courrier International. ;
  10. ^ The biography of the first female Iranian journalist.
  11. ^ a b Hendelman-Baavur, L (2019). Creating the Modern Iranian Woman: Popular Culture between Two Revolutions. Cambridge University Press. Diakses tanggal 2020-04-19.
  12. ^ a b Keddie, N.R (2012). Women in the Middle East: Past and Present. Princeton University Press. Diakses tanggal 2020-04-19.
  13. ^ a b Fazaeli, R (2016). Islamic Feminisms: Rights and Interpretations Across Generations in Iran. Taylor & Francis. Diakses tanggal 2020-04-19.
  14. ^ Ettehadieh, M (2004). "The Origins and Development of the Women's Movement in Iran, 1906–41". Dalam Beck, L; Nashat, G (ed.). Women in Iran from 1800 to the Islamic Republic. University of Illinois Press. hlm. 85–106. Diakses tanggal 2020-04-19.
  15. ^ Hendelman-Baavur, L (2019). Creating the Modern Iranian Woman: Popular Culture between Two Revolutions. Cambridge University Press. Diakses tanggal 2020-04-19.
  16. ^ The biography of the first female Iranian journalist.
  17. ^ Azema. Courrier International. ;
  18. ^ Keddie, N.R (2012). Women in the Middle East: Past and Present. Princeton University Press. Diakses tanggal 2020-04-19.
  19. ^ The biography of the first female Iranian journalist.
  20. ^ Azema. Courrier International. ;

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Prefix: a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Portal di Ensiklopedia Dunia

Kembali kehalaman sebelumnya