Pathilan
Permainan Pathilan merupakan salah satu permainan tradisional yang berasal dari Pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah. Permainan ini menggunakan lidi atau batang kecil sebagai media utama permainan. Dalam praktiknya, sejumlah lidi ditumpuk secara acak, kemudian pemain harus mengambil satu per satu lidi tersebut tanpa menggeser atau menjatuhkan lidi lainnya. Pemain yang mampu mengambil lidi terbanyak dengan tingkat ketelitian dan kesabaran tinggi akan menjadi pemenang.[1]
Selain berfungsi sebagai hiburan, permainan Pathilan juga memiliki nilai edukatif. Permainan ini dapat melatih konsentrasi, koordinasi motorik halus, ketelitian, kesabaran, serta kemampuan berpikir strategis anak. Dalam beberapa pengembangannya, lidi yang digunakan diberi angka tertentu sehingga permainan dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran operasi hitung dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Oleh sebab itu, permainan Pathilan tidak hanya berperan sebagai warisan budaya tradisional, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran yang mendukung perkembangan kognitif anak.[2]
Di tengah perkembangan teknologi dan maraknya permainan digital, eksistensi permainan tradisional seperti Pathilan mulai mengalami penurunan. Padahal, permainan tradisional memiliki nilai sosial dan budaya yang penting karena mengajarkan interaksi sosial, sportivitas, serta kerja sama antarpemain. Oleh karena itu, pelestarian permainan Pathilan perlu terus dilakukan agar nilai-nilai budaya lokal tetap terjaga dan dikenal oleh generasi muda.[1]
Sejarah Pathilan
Nama “Pathilan” berasal dari kata dalam bahasa Jawa, yaitu pathil atau methil, yang memiliki makna mengambil atau memungut sesuatu secara hati-hati. Hal ini sesuai dengan konsep permainan yang mengharuskan pemain mengambil lidi satu per satu tanpa mengganggu susunan lidi lainnya. Karena menggunakan alat yang sederhana berupa lidi atau batang kecil, permainan ini mudah dimainkan oleh siapa saja tanpa memerlukan biaya besar.[3]
Pada masa dahulu, permainan Pathilan sering dimainkan anak-anak pada sore hari setelah membantu orang tua atau sepulang sekolah. Permainan ini menjadi bagian dari aktivitas sosial masyarakat karena dimainkan secara berkelompok dan dilakukan di halaman rumah, balai desa, atau tanah lapang. Selain sebagai hiburan, permainan ini juga secara tidak langsung melatih ketelitian, kesabaran, dan kemampuan berkonsentrasi anak-anak.[4]
Seiring perkembangan zaman, keberadaan permainan Pathilan mulai mengalami penurunan akibat pengaruh teknologi digital dan meningkatnya penggunaan permainan elektronik. Anak-anak masa kini cenderung lebih mengenal permainan berbasis gawai dibandingkan permainan tradisional. Meskipun demikian, beberapa sekolah, komunitas budaya, dan pemerhati pendidikan mulai kembali mengenalkan permainan Pathilan sebagai media pembelajaran dan pelestarian budaya lokal.[5]
Dalam perkembangannya, permainan Pathilan tidak hanya digunakan sebagai hiburan tradisional, tetapi juga dimodifikasi menjadi media edukasi. Beberapa pendidik memanfaatkan permainan ini untuk melatih kemampuan berhitung, kerja sama, hingga pengembangan motorik halus anak. Hal tersebut menunjukkan bahwa permainan tradisional seperti Pathilan tetap relevan dan memiliki nilai budaya maupun pendidikan yang penting untuk dipertahankan di era modern.[6]
Cara Bermain Pathilan
Permainan Pathilan dimainkan dengan menggunakan sejumlah lidi atau batang kecil yang ditumpuk secara acak di atas permukaan datar. Permainan ini dapat dimainkan oleh dua orang atau lebih dan mengutamakan ketelitian, konsentrasi, serta kesabaran pemain dalam mengambil lidi tanpa mengganggu susunan lainnya.[7]
Sebelum permainan dimulai, pemain terlebih dahulu menyiapkan alat berupa beberapa batang lidi, biasanya berasal dari lidi sapu atau stik kecil yang memiliki ukuran hampir sama. Seluruh lidi kemudian digenggam dan dijatuhkan secara bersamaan hingga membentuk tumpukan tidak beraturan. Setelah itu, pemain menentukan giliran bermain, baik melalui hompimpa maupun kesepakatan bersama.[8]
Pada saat bermain, setiap pemain harus mengambil satu lidi dari tumpukan secara perlahan dan hati-hati. Pemain tidak diperbolehkan menggeser, mengangkat, ataupun menjatuhkan lidi lain saat mengambil satu batang lidi. Jika ada lidi lain yang bergerak, maka giliran pemain dianggap selesai dan permainan dilanjutkan oleh pemain berikutnya.[9]
Pemain dapat terus mengambil lidi selama berhasil melakukannya tanpa mengganggu tumpukan lainnya. Dalam beberapa variasi permainan, pemain diperbolehkan menggunakan lidi yang sudah didapatkan sebagai alat bantu untuk mengambil lidi lain yang sulit dijangkau. Permainan berlangsung hingga seluruh lidi habis diambil.[10]
Setelah semua lidi terkumpul, pemain menghitung jumlah lidi yang berhasil diperoleh. Pemain dengan jumlah lidi terbanyak dinyatakan sebagai pemenang. Pada beberapa daerah, lidi juga diberi nilai angka tertentu sehingga pemenang ditentukan berdasarkan jumlah poin yang diperoleh, bukan hanya jumlah lidi.[10]
Selain sebagai hiburan, permainan Pathilan memiliki manfaat edukatif karena mampu melatih koordinasi motorik halus, meningkatkan fokus, serta menumbuhkan sikap sabar dan sportif pada anak-anak. Kesederhanaan alat dan aturan permainan membuat Pathilan mudah dimainkan oleh berbagai kalangan serta tetap relevan sebagai bagian dari permainan tradisional Indonesia.[1]
Daftar Pustaka
Referensi
- ^ a b c Mulder, Niels (1990-09). "Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongéng, dan Lain Lain [Indonesian Folklore: The Study of Gossip, Folktales, and Other Things]. By James Danandjaja. Jakarta: Pustaka Grafitipers, 1986. Pp. xii, 238. Bibliography, Index. [In Indonesian.]". Journal of Southeast Asian Studies. 21 (2): 439–440. doi:10.1017/s0022463400003374. ISSN 0022-4634.
- ^ Danandjaja, James (2014-07-15). "Folklor Indonesia dan Jepang: Suatu Studi Perbandingan". Antropologi Indonesia. 0 (49). doi:10.7454/ai.v0i49.3290. ISSN 1693-6086.
- ^ r.search.yahoo.com https://r.search.yahoo.com/_ylt=Awr1UZdTCwBqSgIACivLQwx.;_ylu=Y29sbwNzZzMEcG9zAzMEdnRpZAMEc2VjA3Ny/RV=2/RE=1779597395/RO=10/RU=https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/40860//RK=2/RS=_PfFiliZKXKGff1K.A7j0xUS9Uc-. Diakses tanggal 2026-05-10.
- ^ r.search.yahoo.com https://r.search.yahoo.com/_ylt=Awr1UZdTCwBqSgIACivLQwx.;_ylu=Y29sbwNzZzMEcG9zAzMEdnRpZAMEc2VjA3Ny/RV=2/RE=1779597395/RO=10/RU=https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/40860//RK=2/RS=_PfFiliZKXKGff1K.A7j0xUS9Uc-. Diakses tanggal 2026-05-10.
- ^ r.search.yahoo.com https://r.search.yahoo.com/_ylt=Awr1UZdTCwBqSgIACSvLQwx.;_ylu=Y29sbwNzZzMEcG9zAzIEdnRpZAMEc2VjA3Ny/RV=2/RE=1779597395/RO=10/RU=https://repository.upi.edu/50382//RK=2/RS=lArBJMTK30lBT0lEhEOE4f2ltMs-. Diakses tanggal 2026-05-10.
- ^ r.search.yahoo.com https://r.search.yahoo.com/_ylt=Awr1UZdTCwBqSgIACSvLQwx.;_ylu=Y29sbwNzZzMEcG9zAzIEdnRpZAMEc2VjA3Ny/RV=2/RE=1779597395/RO=10/RU=https://repository.upi.edu/50382//RK=2/RS=lArBJMTK30lBT0lEhEOE4f2ltMs-. Diakses tanggal 2026-05-10.
- ^ r.search.yahoo.com https://r.search.yahoo.com/_ylt=Awr1UZdTCwBqSgIADivLQwx.;_ylu=Y29sbwNzZzMEcG9zAzcEdnRpZAMEc2VjA3Ny/RV=2/RE=1779597395/RO=10/RU=https://repository.upi.edu/79614//RK=2/RS=A6oTf7cHwts5N13Yq7HqTxcYs3M-. Diakses tanggal 2026-05-10.
- ^ r.search.yahoo.com https://r.search.yahoo.com/_ylt=Awr1UZdTCwBqSgIADSvLQwx.;_ylu=Y29sbwNzZzMEcG9zAzYEdnRpZAMEc2VjA3Ny/RV=2/RE=1779597395/RO=10/RU=https://id.scribd.com/document/653192810/PERMAINAN-PATHILAN/RK=2/RS=zXC9HOmKxG_.g.40gp8AuwjaZi0-. Diakses tanggal 2026-05-10.
- ^ r.search.yahoo.com https://r.search.yahoo.com/_ylt=Awr1UZdTCwBqSgIACyvLQwx.;_ylu=Y29sbwNzZzMEcG9zAzQEdnRpZAMEc2VjA3Ny/RV=2/RE=1779597395/RO=10/RU=https://www.researchgate.net/publication/385535644_Pengaruh_Permainan_Pathilan_dalam_Meningkatkan_Keterampilan_Hitung_Operasi_Penjumlahan_Bilangan_Cacah_pada_Siswa_Kelas_1/RK=2/RS=9gq8Te3rkmBByMpa_VakZFCmsdo-. Diakses tanggal 2026-05-10.
- ^ a b r.search.yahoo.com https://r.search.yahoo.com/_ylt=Awr1UZdTCwBqSgIACyvLQwx.;_ylu=Y29sbwNzZzMEcG9zAzQEdnRpZAMEc2VjA3Ny/RV=2/RE=1779597395/RO=10/RU=https://www.researchgate.net/publication/385535644_Pengaruh_Permainan_Pathilan_dalam_Meningkatkan_Keterampilan_Hitung_Operasi_Penjumlahan_Bilangan_Cacah_pada_Siswa_Kelas_1/RK=2/RS=9gq8Te3rkmBByMpa_VakZFCmsdo-. Diakses tanggal 2026-05-10.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.









