Share to:

Ruruhi

Ruruhi (Syzygium rubrocarpum),[1] ubol,[2] atau nggalubong adalah tumbuhan endemik dalam suku jambu-jambuan atau Myrtaceae yang berasal dari pulau Sulawesi.[3] Tumbuhan ini perdana dideskripsikan secara ilmiah di tahun 2025 oleh Arifin Surya Dwipa Irsyam, Irfan Martiansyah, dan Muhammad Rifqi Hariri.[4]

Ruruhi
Buah ruruhi dari Banggai Kepulauan
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
S. rubrocarpum
Nama binomial
Syzygium rubrocarpum
I. Martiansyah, M.R.Hariri & A.S.D.Irsyam (2025)[4]


Taksonomi dan penamaan

Sygyzium rubrocarpum diidentifikasi sah secara ilmiah di tahun 2025. Penetapan ini merupakan hasil kolaborasi penelitian jangka panjang antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) serta Herbarium Bandungense, yang dilakukan oleh Arifin Surya Dwipa Irsyam, Irfan Martiansyah, dan Muhammad Rifqi Hariri.[1] Hasil dari penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal internasional Phytotaxa pada tanggal 19 Agustus, berjudul "Syzygium rubrocarpum (Myrtaceae): a new species of Wallacean Syzygium with red-colored globose berries" dengan DOI 10.11646/phytotaxa.715.2.5.[4]

Sebelumnya ruruhi kerap dikenal sebagai Syzygium polycephalum (Miq.) Merr. & L. M. Perry “gowok” dalam banyak penelitian-penelitian ilmiah. Namun, temuan terbaru mengklarifikasikan bahwa Syzygium rubrocarpum memang spesies yang berbeda dengan gowok berdasarkan analisis morfologi dan genetik.[1]

Nama spesies rubrocarpum berasal dari dua kata Latin. Rubro yang berarti merah dan carpum, yang berarti buah.[1]

Referensi

  1. ^ a b c d "Dalam Semangat HUT RI ke-80, Herbarium Bandungense SITH ITB dan BRIN Umumkan Spesies Jambu Baru dari Sulawesi Tenggara". SITH ITB. Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung. 20 Agustus 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Agustus 2025. Diakses tanggal 23 August 2025.
  2. ^ Budianto (2021). KAMUS BAHASA BANGGAI (Moinsalean Banggai). Banggai: LSM MONGKINDONDOK. hlm. 422. Diakses tanggal 23 Agustus 2025. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ "Tumbuhan Baru Endemik Sulawesi Tenggara Ditemukan Seiring Momen HUT ke-80 RI". Koran Jakarta. Koran Jakarta. 20 August 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Agustus 2025. Diakses tanggal 23 August 2025.
  4. ^ a b c Martiansyah, Irfan; Hariri, Muhammad Rifqi; Irsyam, Arifin Surya Dwipa (19 August 2025). "Syzygium rubrocarpum (Myrtaceae): a new species of Wallacean Syzygium with red-colored globose berries". Phytotaxa (dalam bahasa Inggris). 715 (2). Auckland, New Zealand: Magnolia Press: 153–158. doi:10.11646/phytotaxa.715.2.5. eISSN 1179-3163. ISSN 1179-3155. Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link)

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Prefix: a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Portal di Ensiklopedia Dunia

Kembali kehalaman sebelumnya