Sapi bakalan
Sapi bakalan (bahasa Inggris: feeder cattle) adalah jenis sapi potong yang dipelihara selama periode waktu tertentu untuk mencapai bobot badan maksimal pada umur optimal untuk dipotong. Sapi bakalan biasanya dipelihara di feedlot. Ada beberapa metode pemberian pakan untuk sapi yang sedang digemukkan, antara lain penggemukan dengan pakan kering, penggemukan dengan penggembalaan, kombinasi keduanya, dan sistem kereman.[1]
Sapi kereman merupakan sapi digemukkan dengan sistem kareman,[2][3] yaitu cara pemeliharaan sapi di dalam kandang dengan pakan dasar berupa hijauan serta pakan tambahan.[3] Komposisi pakan tambahan untuk sapi kereman minimal 1,5% dari berat badan sapi dengan kandungan protein antara 14-16%.[3] Hal-hal yang perlu disiapkan untuk mengembangkan peternakan sapi kereman adalah sapi bakalan, pakan tambahan atau konsentrat, dan kandang.[3] Sapi bakalan yang akan digemukkan sebaiknya sapi jantan yang masih kurus tetapi sehat.[3] Bobot sapi yang digemukkan minimal 200 kg dengan umur sapi antara satu hingga satu setengah tahun.[3] Pakan tambahan untuk sapi kereman diberikan supaya sapi dapat gemuk dengan cepat.[3] Pakan tambahan yang biasanya diberikan adalah dedak padi atau katul, batang sagu, bungkil kelapa, tepung ikan, garam dapur, dan mineral campuran.[3] Makanan tambahan tersebut digunakan dengan batas pada rangsum atau pakan ternak sebesar 9 per 100 gram.[3] Kadang ternak sebaiknya berada cukup jauh dari rumah dan sumber air yaitu kurang lebih berjarak 10 hingga 20 meter.[3] Ukuran kandang untuk setiap ekor sapi yaitu 125 cm untuk lebar dan 2 meter untuk panjang.[3] Dalam melakukan usaha peternakan sapi kereman ada 4 faktor yang memengaruhi.[4] Faktor pertama adalah peternak sebagai subjek.[4] Faktor kedua yaitu ternak yang dala hal ini adalah sapi sebagai objek yang harus dijaga kesehatannya agar produktivitasnya naik.[4] Faktor ketiga yaitu lahan tempat pemeliharaan sapi harus dioptimalkan penggunaanya.[4] Faktor keempat adalah penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam peternakan.[4]
Rujukan
- ^ "Mengenal Manajemen Pakan Sistem Penggemukan Sapi". Dinas Pertanian Provinsi Banten. Diakses tanggal 2021-12-26.
- ^ "Sapi Kereman". Pemerintah Kabupaten Purworejo. Diakses tanggal 26 Juni 2014.
- ^ a b c d e f g h i j k "Penggemukan Sapi Potong Sistem Kareman". Warintek Bantul. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-08-21. Diakses tanggal 26 Juni 2014.
- ^ a b c d e Darmono. Tata Laksana Usaha Sapi Kereman. Kanisius. ISBN 978-979-413-924-0. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-10-26. Diakses tanggal 26 Juni 2014.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.









