Share to:

Steven Amstrup


Steven C. Amstrup (lahir 14 Februari 1950) adalah seorang ahli biologi satwa liar asal Amerika Serikat yang dikenal atas penelitiannya selama puluhan tahun tentang beruang kutub. Amstrup tumbuh di Minnesota, ia menghabiskan masa kecilnya dengan menjelajahi alam liar bersama saudaranya, sambil membaca buku-buku tentang satwa dan menonton acara televisi seperti Wild Kingdom. Ketertarikannya pada beruang muncul sejak usia lima atau enam tahun, ketika ia membayangkan bahwa keberadaan beruang menandakan tempat yang benar-benar liar.[1] Kariernya difokuskan pada pemahaman biologi beruang kutub dan dampak perubahan iklim terhadap spesies tersebut, termasuk peran kunci dalam penetapan status terancam bagi beruang kutub berdasarkan ancaman masa depan akibat pemanasan global.[2] Setelah pensiun dari layanan pemerintah, ia melanjutkan advokasi melalui organisasi konservasi, menekankan pentingnya pengurangan emisi gas rumah kaca untuk menyelamatkan habitat beruang kutub.[3]

Biografi

Amstrup lahir di Fargo, Dakota Utara, Amerika Serikat pada 4 Februari 1950. Ia tumbuh di wilayah Minneapolis-Saint Paul, di mana rasa ingin tahunya terhadap satwa liar, khususnya beruang, mendorongnya mengejar karir di bidang kehutanan dan biologi. Ia sering mengingat bagaimana eksplorasi luar ruangan pada masa kecil membentuk visinya: "Saya selalu terpesona bahwa ada orang-orang yang bekerja untuk 'menyelamatkan' satwa liar dan tempat-tempat liar yang mereka butuhkan."[1]

Pendidikannya dimulai dengan gelar sarjana kehutanan dari University of Washington di Seattle. Ia kemudian melanjutkan ke University of Idaho untuk magister sains tentang beruang hitam, sebelum meraih doktor biologi dari University of Alaska Fairbanks. Pengalaman awal ini membekalinya dengan keterampilan lapangan yang esensial untuk studi satwa liar di lingkungan ekstrem.[1]

Amstrup menikah dengan Virginia, dan setelah pensiun, prioritas utamanya adalah menghabiskan waktu bersamanya. Ia tetap optimis meski kecewa dengan lambatnya respons global terhadap perubahan iklim, dengan harapan aksi publik akan mendorong pemimpin dunia bertindak.[1]

Pada awal karier, Amstrup bekerja singkat di Divisi Kehidupan Liar Utah, kemudian bergabung dengan Layanan Ikan dan Satwa Liar Amerika Serikat di Wyoming untuk mempelajari kijang pronghorn dan grouse ekor tajam. Pada 1980, ia dipindahkan ke Alaska untuk mereaktivasi Proyek Penelitian Beruang Kutub, di mana pengetahuan tentang spesies ini masih minim.[2] Ia menjadi pemimpin proyek di United States Geological Survey selama 30 tahun, berbasis di Pusat Ilmu Alaska di Anchorage. Di sana, ia memimpin tim yang berkembang dari lima menjadi 17 peneliti, menghasilkan ratusan artikel ilmiah.[1][2] Setelah pensiun pada 2010, ia bergabung dengan Polar Bears International sebagai kepala ilmuwan, peran yang ia jalani hingga akhir 2022, sebelum beralih ke posisi emeritus.[1] Dalam wawancara, ia berbagi pengalaman lapangan di es laut yang "melebihi mimpi masa kecil saya."[3]

Kontribusi ilmiah

Amstrup merintis penggunaan telemetri radio untuk melacak beruang kutub, memungkinkan pemahaman lebih baik tentang lokasi sarang dan jarak perjalanan mereka. Penelitian awalnya mendokumentasikan pemulihan populasi dari perburuan berlebih pada 1950-an dan 1960-an, yang berkontribusi pada perjanjian internasional 1973 antar lima negara untuk mengatur perburuan.[1] Pada 2007, ia memimpin tim yang menasihati Menteri Dalam Negeri AS, menghasilkan sembilan laporan yang memproyeksikan hilangnya dua pertiga beruang kutub dunia pada pertengahan abad ini tanpa pengurangan emisi signifikan. Hal ini mengarah pada penetapan beruang kutub sebagai spesies terancam pada 2008, kasus pertama berdasarkan ancaman iklim masa depan.[1] Ia juga menjadi penulis utama makalah di Nature tahun 2009, yang menyatakan bahwa penyelamatan masih mungkin jika emisi dikurangi. Selain itu, Amstrup aktif dalam sosialisasi, menekankan bahwa kehilangan es laut mengganggu pola makan beruang kutub yang bergantung pada anjing laut, dan membantah mitos bahwa perburuan adalah ancaman utama.[2] "Saya sadar bahwa peran terpenting saya adalah berbagi pengetahuan tentang beruang dan ancaman pemanasan global kepada audiens sebanyak mungkin," ujarnya.[1]

Referensi

  1. ^ a b c d e f g h i "A Life Devoted to Polar Bears: Dr. Steven Amstrup". Polar Bears International. Diakses tanggal 17 November 2025.
  2. ^ a b c d "Scientist who's studied Polar Bear for decades Discusses his Research--and Why the Animals have Become the Face of Climate Change". WMNF. Diakses tanggal 17 November 2025.
  3. ^ a b "Dr. Steven C. Amstrup - Polar Bears International". eTown. Diakses tanggal 17 November 2025.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Prefix: a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Portal di Ensiklopedia Dunia

Kembali kehalaman sebelumnya