Tio Tek Hong (perusahaan rekaman)
| Tio Tek Hong | |
|---|---|
| Didirikan | 1904 |
| Pendiri | Tio Tek Hong |
| Dibubarkan | Tak diketahui |
| Genre | Keroncong Gambus Kasidah Musik Melayu |
| Asal negara | Indonesia |
| Lokasi | Batavia, Indonesia |
Tio Tek Hong adalah perusahaan rekaman (label) musik pertama di Hindia Belanda (sekarang Indonesia) yang didirikan pada tahun 1904.[1]
Sejarah
Perusahaan rekaman tersebut pertama kali didirikan oleh seorang Peranakan bernama Tio Tek Hong.[2] Ia dikenal di Batavia sebagai seorang saudagar dan pemilik Toko Tio Tek Hong di Passer Baroe bersama dengan saudaranya Tio Tek Tjoe.[3] Pada awalnya, perusahaan rekaman tersebut hanya mengimpor rekaman-rekaman luar negeri dengan media silinder fonograf.[4][2] Setahun kemudian, Tio Tek Hong mulai membuat dan merilis rekaman-rekaman lagu dengan media piringan hitam.[5] Pada saat perekaman, seorang penyanyi akan bernyanyi atau berbicara sambil menghadap sebuah corong fonograf, sementara sebuah jarum perekam bergetar dan menggores pada lilin cakram master.[6] Pada masa itu, lagu-lagu yang direkam umumnya berirama keroncong, gambus, kasidah dan musik Melayu.[2]
Produksi
Piringan-piringan hitam produksi Tio Tek Hong umumnya terbuat dari bahan dasar sirlak (shellac, sejenis getah yang terbuat dari kotoran serangga kutu lak) dan dimainkan dalam kecepatan tujuh puluh delapan rotasi per menit. Sebagai tanda merek dagang, Tio Tek Hong dapat terdengar mengucapkan kalimat "Terbikin oleh Tio Tek Hong, Batavia" pada setiap permulaan lagu.[5][4] Pada masa itu hanya kalangan menengah ke atas yang mempu membeli piringan hitam dikarenakan biaya pembuatannya yang mahal.[7]
Referensi
- ^ Afrisia, R. S. (2015, March 9). Tio Tek Hong, menebar nada ke penjuru Indonesia. CNN Indonesia.
- ^ a b c Sakrie 2015, hlm. 4.
- ^ "Thaucang, Kwa-Thaucang, dan Plaatgramophone". Kompas.com. 2010-02-13. Diakses tanggal 19 September 2017.
- ^ a b Afrisia, Rizky Sekar (2015-03-09). "Tio Tek Hong, Menebar Nada ke Penjuru Indonesia". CNN Indonesia. Diakses tanggal 19 September 2017.
- ^ a b Sularto, Bambang (2012-08-01). Wage Rudolf Supratman. Direktorat Jenderal Kebudayaan. hlm. 169–170. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ "Will shellac make its return?". The Jakarta Post (dalam bahasa bahasa Inggris). PressReader. 19 November 2016. Diakses tanggal 19 September 2017. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ^ Sakrie 2015, hlm. 5.
- Daftar pustaka
- Sakrie, Denny (2015). 100 Tahun Musik Indonesia. Jakarta: GagasMedia. ISBN 979-780-785-1.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.









