Wayang Topeng Pedhalangan
Wayang Topeng Pedhalangan adalah dramatari yang seluruh penarinya menggunakan topeng dan menceritakan cerita Panji. Pertunjukan wayang ini berasaal dari Kabupaten Sleman. Pada tahun 2017, pertunjukan ini sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan nomor 60073/MPK.E/KB/2017.[1]
Beberapa desa di wilayah Yogyakarta, seperti di Bantul, Sleman, Gunungkidul, dan Kulonprogo masih ditemukan dalang-dalang yang mampu menari Wayang Topeng Pedhalangan.[2]
Sejarah dan asal-usul
Pertunjukan ini diciptakan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga untuk menyebarkan ajaran Islam di Jawa.[3] Pertunjukan wayang ini sudah ada sejak Kerajaan Kalingga di Kediri dengan menggunakan sarana beber, sehingga dikenal dengan Wayang Beber. Raja Brawijaya V Kerajaan Majapahit menciptakan wayang yang terbuat dari kulit.[4]
Cerita wayang topeng pedalangan di antaranya Bancak nJolo, Rabine Bancak, Rabine Sinom Berdapa, Rabine Jaka Semawung, Rabine Ragil Kuning, Ande-ande Lumut, Kethek Ogleng, Timun Mas, Brambang Abang Brambang Putih.[5]
Meskipun mengalami kemunduran sejak 1990-an, upaya pelestarian dilakukan melalui perkumpulan Gondowasitan yang didirikan oleh Ki Cermahandaka pada tahun 2000-an.[4] Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman juga berupaya merevitalisasi Wayang Topeng Pedhalangan karena hampir terancam punah.[6]
Daftar referensi
- ^ "Ragam Nusantara: Wayang Topeng Pedhalangan". AtmaGo. Diakses tanggal 2025-11-15.
- ^ Sumaryono (2021). WAYANG TOPENG PEDHALANGAN YOGYAKARTA JEJAK LAIN PERKEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN TOPENG DI JAWA (PDF). Daerah Istimewa Yogyakarta: UPTD Taman Budaya Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. ISBN 978-602-50302-8-4.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ^ "Pemkab Sleman revitalisasi kesenian wayang topeng – Jubi – Berita Papua Jujur Bicara". arsip.jubi.id. Diakses tanggal 2025-11-15.
- ^ a b "Wayang Topeng Pedhalangan". Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman. 2024.
- ^ Media, Harian Jogja Digital. "Jangan Sampai Punah, Wayang Topeng Pedalangan yang Cuma Ada Satu di Sleman, Direvitalisasi". Harianjogja.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-15.
- ^ "Tari Topeng Pedalangan Terancam Punah". SINDOnews Daerah. Diakses tanggal 2025-11-15.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.









