Bobibos
Bobibos (singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos) adalah sebuah produk bahan bakar nabati (BBN) yang dikembangkan oleh M. Ikhlas Thamrin bersama tim risetnya. Bobibos merupakan inovasi dari PT Inti Sinergi Formula yang diperkenalkan pada Minggu 2 November 2025 di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bahan bakar tersebut dikembangkan dari limbah pertanian, khususnya jerami, yang selama ini sering dibakar pasca panen.[1]
Timor Leste menjadi negara pertama yang secara konkret merealisasikan penggunaan Bobibos.[2] Pada masa Perang Iran 2026, anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra Mulyadi mendorong agar Bobibos dijadikan alternatif menanggapi antisipasi kelangkaan BBM.[3]
Bobibos dijual seharga Rp 4 ribu per liter dan diklaim setara BBM RON 98 (Pertamax Turbo) yang dijual seharga Rp 13.100-Rp13.250 per liter.[3]
Referensi
- ^ "Mengenal Bobibos, bahan bakar dari jerami inovasi anak bangsa". Antara News.
- ^ "Bobibos Produksi Massal di Timor Leste, Siap Kembali ke RI Jika Diminta Negara". Metro TV News.
- ^ a b "Antisipasi Kelangkaan BBM, Legislator Gerindra Dorong BOBIBOS Jadi Alternatif". Teropong Senayan.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.









