Prunus
| Prunus | |
|---|---|
| Prunus cerasus (ceri asam) sedang berbunga | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Rosidae |
| Ordo: | Rosales |
| Famili: | Rosaceae |
| Subfamili: | Amygdaloideae |
| Tribus: | Amygdaleae |
| Genus: | Prunus L. |
| Spesies tipe | |
| P. domestica | |
| Sinonim | |
| |

Prunus adalah sebuah genus tumbuhan berupa pohon dan semak dalam subgenus Rosaceae, yang mencakup sekitar 340 spesies yang diterima (hingga Maret 2024[update])[4][5], termasuk persik dan nektarina, aprikot, prem, ceri, serta badam. Genus ini memiliki sebaran kosmopolitan,[4] dengan daerah asal meliputi kawasan beriklim sedang di Amerika Utara, wilayah Neotropis di Amerika Selatan, serta kawasan beriklim sedang dan tropis di Eurasia dan Afrika.[6]
Banyak anggota genus ini dibudidayakan secara luas dalam hortikultura untuk menghasilkan buah yang manis dan berdaging, maupun sebagai tanaman hias karena bunganya yang mekar secara musiman dengan warna-warna mencolok. Buah Prunus merupakan drupa, atau buah batu. Mesokarp yang berdaging dan mengelilingi endokarp dapat dimakan, sedangkan endokarpnya membentuk cangkang keras yang tidak dapat dimakan, disebut pirena ("batu" atau "biji keras"),[7] yang membungkus biji (atau "inti biji"), yang dapat dimakan pada beberapa spesies (seperti badam), tetapi beracun pada banyak spesies lainnya (seperti biji aprikot). Selain dikonsumsi dalam keadaan segar, sebagian besar buah Prunus juga umum diolah menjadi berbagai makanan olahan dan minuman, seperti buah kalengan, buah kering, jus buah (misalnya jus ceri dan jus prem kering), selai, hidangan gelatin, serta bijinya yang disangrai.[8]
Deskripsi
Anggota genus ini terdiri atas tumbuhan gugur daun maupun hijau abadi. Beberapa spesies memiliki batang berduri. Daunnya tunggal, tersusun berseling, umumnya berbentuk lanset, tidak bercangap, dan sering memiliki nektarium pada tangkai daun serta daun penumpu. Bunganya umumnya berwarna putih hingga merah muda, kadang-kadang merah, dengan lima mahkota dan lima sepal. Bunganya memiliki banyak benang sari. Bunga tumbuh secara tunggal, atau tersusun dalam payung yang terdiri atas dua hingga enam bunga atau lebih, pada tandan bunga. Buahnya berupa drupa berdaging ("buah batu") dengan satu biji yang relatif besar dan bercangkang keras ("batu buah").[9]
-
Prunus 'Kanzan' sedang berbunga
-
Tajuk bagian dalam ceri Kanzan yang sedang berbunga
-
Ceri hitam (P. serotina) sedang berbunga
-
Ceri Jepang (P. serrulata)
-
Ceri Tibet (P. serrula)
Taksonomi
Dalam suku mawar (Rosaceae), genus ini secara tradisional ditempatkan sebagai anak suku, yaitu Amygdaloideae (secara keliru disebut "Prunoideae"), meskipun kadang-kadang juga ditempatkan dalam sukunya sendiri, Prunaceae (atau Amygdalaceae). Belakangan ini, Prunus diperkirakan berevolusi dari dalam suatu klad yang jauh lebih besar, yang kini dikenal sebagai anak suku Amygdaloideae (secara keliru disebut "Spiraeoideae").[3]
Klasifikasi
Sejarah evolusi
Bagian ini memerlukan pemutakhiran informasi. (September 2021) |
Fosil tertua yang dipastikan berasal dari Prunus berasal dari Eosen dan ditemukan di berbagai wilayah Belahan Bumi Utara. Catatan yang lebih tua dari Kapur Akhir yang diduga mewakili genus ini masih belum dapat dipastikan.[10]
Spesimen fosil Prunus tertua yang diketahui berupa kayu, drupa, biji, dan daun dari Eosen pertengahan di Princeton Chert di British Columbia, Kanada.[11] Dengan menggunakan umur fosil tersebut sebagai data kalibrasi, sebuah filogeni parsial beberapa anggota Rosaceae direkonstruksi berdasarkan sejumlah urutan nukleotida.[12] Prunus dan klad saudaranya, Maloideae (anak suku apel), diduga mulai berpisah sekitar 44,3 juta tahun silam, yaitu pada kala Lutetium, atau bahkan lebih awal pada Eosen pertengahan.[a] Stockey dan Wehr menyatakan, "Eosen merupakan masa evolusi dan diversifikasi yang sangat pesat bagi suku-suku Angiospermae seperti Rosaceae ...."[11] Spesies fosil tertua yang diketahui adalah Prunus cathybrownae dari Formasi Gunung Klondike.[13]
Temuan di Princeton merupakan bagian dari sejumlah besar fosil angiosperma dari Dataran Tinggi Okanagan Eosen yang berasal dari Eosen awal akhir hingga Eosen pertengahan. Crataegus ditemukan di tiga lokasi, yaitu Lapisan Fosil McAbee, British Columbia, Formasi Gunung Klondike di sekitar Republic, Washington, serta Formasi Allenby di sekitar Princeton, British Columbia. Sementara itu, Prunus ditemukan di seluruh lokasi tersebut, ditambah di Lapisan Coldwater di Quilchena, British Columbia dan Formasi Chu Chua di sekitar Chu Chua, British Columbia. Sebuah tinjauan terhadap penelitian mengenai Dataran Tinggi Okanagan Eosen[14] melaporkan bahwa anggota Rosaceae lebih beragam di dataran tinggi. Formasi-formasi di Dataran Tinggi Okanagan bertanggal hingga sekitar 52 juta tahun yang lalu, tetapi perkiraan usia sekitar 44,3 juta tahun[butuh rujukan] kemungkinan masih tetap berlaku. Para penulis menyatakan bahwa "flora McAbee merekam hutan yang didominasi angiosperma dengan keanekaragaman tinggi pada awal Eosen pertengahan".[14]: 165
Klasifikasi Linnaeus
Pada tahun 1737, Carl Linnaeus menggunakan empat genus untuk mencakup spesies-spesies yang kini termasuk dalam Prunus, yaitu Amygdalus, Cerasus, Prunus, dan Padus, tetapi kemudian menyederhanakannya menjadi hanya Amygdalus dan Prunus pada tahun 1758.[15] Sejak saat itu, berbagai genus yang dikemukakan oleh Linnaeus maupun ahli botani lainnya diturunkan statusnya menjadi subgenus dan seksi, karena seluruh spesies tersebut jelas memiliki hubungan kekerabatan yang sangat dekat. Liberty Hyde Bailey menyatakan, "Beragam bentuk tersebut bergradasi satu sama lain dengan begitu halus dan rumit sehingga genus ini tidak dapat dengan mudah dipisahkan menjadi beberapa spesies."[16]
Klasifikasi tradisional
Kajian-kajian terdahulu membagi genus ini menjadi beberapa genus yang berbeda, tetapi pemisahan tersebut saat ini tidak lagi diakui secara luas, kecuali pada tingkat subgenus. ITIS hanya mengakui satu genus, yaitu Prunus, dengan daftar spesies yang masih bersifat terbuka,[b] yang seluruhnya dicantumkan dalam daftar spesies Prunus.[c]
Salah satu sistem pembagian subgenus berasal dari karya Alfred Rehder pada tahun 1940. Rehder mengusulkan lima subgenus, yaitu Amygdalus, Prunus, Cerasus, Padus, dan Laurocerasus.[17] C. Ingram kemudian menambahkan subgenus Lithocerasus.[18] Keenam subgenus tersebut dijelaskan sebagai berikut:
- Subgenus Amygdalus, badam dan persik: kuncup ketiak daun berjumlah tiga (kuncup vegetatif di tengah, dua kuncup bunga di sisi); bunga muncul pada awal musim semi, bertangkai sangat pendek atau hampir tidak bertangkai, tidak tumbuh pada tunas berdaun; buah memiliki alur pada salah satu sisi; batu buah beralur dalam; spesies tipe: Prunus amygdalus (badam)
- Subgenus Prunus, prem dan aprikot: kuncup ketiak daun tunggal; bunga muncul pada awal musim semi dengan tangkai bunga, tidak tumbuh pada tunas berdaun; buah memiliki alur pada salah satu sisi, batu buah berpermukaan kasar; spesies tipe: Prunus domestica (prem)
- Subgenus Cerasus, ceri sejati: kuncup ketiak daun tunggal; bunga muncul pada awal musim semi dalam karang bunga, bertangkai panjang, tidak tumbuh pada tunas berdaun; buah tidak beralur, batu buah licin; spesies tipe: Prunus cerasus (ceri asam)
- Subgenus Lithocerasus, ceri semak: kuncup ketiak daun berjumlah tiga; bunga muncul pada awal musim semi dalam karang bunga, bertangkai panjang, tidak tumbuh pada tunas berdaun; buah tidak beralur, batu buah licin; spesies tipe: Prunus pumila (ceri pasir)
- Subgenus Padus, ceri burung: kuncup ketiak daun tunggal; bunga muncul pada akhir musim semi dalam tandan bunga pada tunas berdaun, bertangkai pendek; buah tidak beralur, batu buah licin; spesies tipe: Prunus padus (ceri burung Eropa), yang kini diketahui bersifat polifiletik[19]
- Subgenus Laurocerasus, laurel ceri: selalu hijau (seluruh subgenus lainnya menggugurkan daun); kuncup ketiak daun tunggal; bunga muncul pada awal musim semi dalam tandan bunga, tidak tumbuh pada tunas berdaun, bertangkai pendek; buah tidak beralur, batu buah licin; spesies tipe: Prunus laurocerasus (laurel ceri Eropa)
Klasifikasi filogenetik
Sebuah kajian filogenetik yang komprehensif berdasarkan berbagai sekuens kloroplas dan inti sel membagi Prunus ke dalam tiga subgenus:[20]
- Subg. Padus: Selain mencakup spesies-spesies Padus (ceri burung), subgenus ini juga meliputi spesies dari Maddenia (ceri burung semu), Laurocerasus (laurel ceri), dan Pygeum.
- Subg. Cerasus: Subgenus ini mencakup ceri sejati, seperti ceri manis, ceri asam, ceri mahaleb, dan ceri hias Jepang.
- Subg. Prunus: Subgenus ini mencakup seksi-seksi berikut:
- Sekt. Prunus: prem Dunia Lama
- Sekt. Prunocerasus: prem Dunia Baru
- Sekt. Armeniaca: aprikot
- Sekt. Microcerasus: ceri semak
- Sekt. Amygdalus: badam
- Sekt. Persica: persik
- Sekt. Emplectocladus: badam gurun
Spesies
Daftar berikut tidak lengkap, tetapi mencakup sebagian besar spesies yang umum dibudidayakan.[butuh rujukan]
Spesies Afro-Eurasia
- P. africana – ceri Afrika
- P. amygdalus – badam
- P. apetala – ceri cengkih
- P. armeniaca – aprikot
- P. avium – ceri manis atau ceri liar
- P. brigantina – aprikot Briançon
- P. buergeriana – ceri anjing
- P. campanulata – ceri Taiwan
- P. canescens – ceri berdaun kelabu
- P. cerasifera – prem ceri
- P. cerasoides – ceri Himalaya liar
- P. cerasus – ceri asam
- P. ceylanica – ceri Ceylon
- P. cocomilia – prem Italia
- P. cornuta – ceri burung Himalaya
- P. davidiana – persik David
- P. darvasica – prem Darvaz
- P. domestica – prem umum
- P. fruticosa – ceri kerdil Eropa
- P. glandulosa – ceri semak Tiongkok
- P. grayana – ceri burung Jepang
- P. incana – ceri berdaun dedalu
- P. incisa – ceri Fuji
- P. jacquemontii – ceri semak Afganistan
- P. japonica – ceri semak Jepang
- P. laurocerasus – laurel ceri
- P. lusitanica – laurel Portugal
- P. maackii – ceri Manchuria
- P. mahaleb – ceri mahaleb
- P. mandshurica – aprikot Manchuria
- P. maximowiczii – ceri Korea
- P. mume – prem Tiongkok
- P. nipponica – ceri alpen Jepang
- P. padus – ceri burung
- P. persica – persik
- P. pseudocerasus – ceri asam Tiongkok
- P. prostrata – ceri gunung
- P. salicina – prem Jepang
- P. sargentii – ceri perbukitan Jepang utara
- P. scoparia – badam gunung
- P. serrula – ceri Tibet
- P. serrulata – ceri Jepang
- P. sibirica – aprikot Siberia
- P. simonii – prem aprikot
- P. speciosa – ceri Oshima
- P. spinosa – sloe, semak berduri hitam
- P. ssiori – ceri burung Hokkaido
- P. subhirtella – ceri berbunga musim dingin
- P. tenella – badam kerdil Rusia
- P. tomentosa – ceri Nanking
- P. triloba – prem hias
- P. turneriana – badam kulit kayu
- P. ursina – prem beruang
- P. × yedoensis – ceri Yoshino
- P. zippeliana – ceri berdaun besar (Tionghoa: 大叶桂樱)
Spesies yang ditemukan di Benua Amerika
- P. alabamensis – ceri Alabama
- P. alleghaniensis – prem Allegheny
- P. americana – prem Amerika
- P. andersonii – persik gurun
- P. angustifolia – prem Chickasaw
- P. brasiliensis – ceri Brasil
- P. buxifolia – chuwacá
- P. caroliniana – laurel ceri Carolina
- P. cortapico
- P. emarginata – ceri pahit
- P. eremophila – prem Gurun Mojave
- P. fasciculata – badam liar
- P. fremontii – aprikot gurun
- P. geniculata – prem semak belukar
- P. gentryi – ceri Gentry
- P. gracilis – prem Oklahoma
- P. havardii – prem Havard
- P. hortulana – prem hortulan
- P. huantensis
- P. ilicifolia – ceri berdaun holi
- P. integrifolia
- P. maritima – prem pantai
- P. mexicana – prem Meksiko
- P. minutiflora – badam Texas
- P. murrayana – prem Murray
- P. myrtifolia – ceri Hindia Barat
- P. nigra – prem Kanada
- P. occidentalis – laurel ceri barat
- P. pensylvanica – ceri pin
- P. pleuradenia – ceri Antillen
- P. pumila – ceri pasir
- P. rigida
- P. rivularis – prem anak sungai
- P. serotina – ceri hitam
- P. subcordata – prem Klamath
- P. subcorymbosa
- P. texana – semak persik
- P. umbellata – prem flatwoods
- P. virginiana – chokecherry
Etimologi
Online Etymology Dictionary menjelaskan etimologi yang lazim diterima untuk kata plum[21] dan prune[22] yang berasal dari bahasa Latin prūnum,[23] yang berarti buah prem. Pohonnya disebut prūnus,[24] dan Plinius menggunakan istilah prūnus silvestris untuk menyebut blackthorn. Kata tersebut bukan berasal dari bahasa Latin asli, melainkan merupakan serapan dari bahasa Yunani προῦνον (prounon), yang merupakan varian dari προῦμνον (proumnon),[25] yang asal-usulnya tidak diketahui. Pohonnya disebut προύμνη (proumnē).[26] Sebagian besar kamus mengikuti Hoffman dalam Etymologisches Wörterbuch des Griechischen, yang menganggap bentuk-bentuk kata tersebut sebagai serapan dari suatu bahasa pra-Yunani di Asia Kecil, yang berkerabat dengan bahasa Frigia.
Penggunaan pertama Prunus sebagai nama genus dilakukan oleh Carl Linnaeus dalam Hortus Cliffortianus pada tahun 1737,[27] yang kemudian menjadi dasar bagi Species Plantarum.
Hama dan penyakit
Berbagai spesies Prunus menjadi inang musim dingin bagi kutu daun damson-hop, Phorodon humuli, yang merupakan hama utama tanaman hop (Humulus lupulus) tepat menjelang masa panennya,[28] sehingga pohon prem tidak dianjurkan ditanam di dekat lahan budidaya hop.
Corking adalah kondisi mengering atau melayunya jaringan buah.[29] Pada buah batu, kondisi ini sering disebabkan oleh kekurangan unsur boron dan/atau kalsium.[30]
Gomosis merupakan kondisi yang tidak spesifik pada buah batu (persik, nektarina, prem, dan ceri), yang ditandai dengan keluarnya getah dan mengendap pada kulit batang pohon. Getah tersebut dihasilkan sebagai respons terhadap berbagai jenis luka, baik akibat serangga, kerusakan mekanis, maupun penyakit.[31]
Apiosporina morbosa merupakan salah satu penyakit jamur utama di Amerika Utara, sehingga banyak kawasan perkotaan menjalankan program pengendalian penyakit black knot.[32] Penyakit ini paling efektif dikendalikan dengan memangkas cabang yang memiliki benjolan untuk mencegah penyebaran spora, kemudian segera membuang jaringan yang terinfeksi.[32] Pengendalian menggunakan bahan kimia umumnya kurang efektif karena pohon mudah terinfeksi kembali dari benjolan pada pohon di sekitarnya.
Laetiporus gilbertsoni (umumnya dikenal sebagai sulfur shelf atau chicken of the woods) merupakan jamur parasit penyebab busuk cokelat kubus yang serius dan menyerang beberapa spesies pohon prem hias berdaun merah dalam genus Prunus di pesisir Pasifik Amerika Utara.[33][34]
Budidaya

Genus Prunus mencakup badam, nektarina dan persik, beberapa spesies aprikot, ceri, serta prem, yang semuanya memiliki berbagai kultivar yang dikembangkan untuk produksi buah dan kacang secara komersial. Badam bukanlah kacang sejati; bagian yang dimakan adalah bijinya. Beberapa spesies lainnya juga sesekali dibudidayakan atau dimanfaatkan karena biji dan buahnya.
Sejumlah spesies, hibrida, dan kultivar ditanam sebagai tanaman hias, umumnya karena bunganya yang melimpah, meskipun sebagian juga dihargai karena bentuk tajuk, warna daunnya, atau kulit batangnya.
Karena memiliki nilai yang tinggi sebagai tanaman pangan maupun tanaman hias, banyak spesies Prunus telah menjadi spesies introduksi di berbagai wilayah di luar daerah asalnya, dan beberapa di antaranya kemudian mengalami naturalisasi.
Pohon 40 Buah memiliki 40 varietas yang disambungkan pada satu batang bawah yang sama.[35][36]
Beberapa spesies, seperti semak berduri hitam (Prunus spinosa), dibudidayakan sebagai tanaman pagar, pelindung satwa buruan, serta untuk berbagai kegunaan praktis lainnya.
Kayu dari beberapa spesies (terutama ceri hitam) sangat dihargai sebagai bahan mebel dan pertukangan kabinet, terutama di Amerika Utara.
Banyak spesies menghasilkan getah beraroma dari luka pada batangnya; getah ini kadang-kadang dimanfaatkan sebagai bahan obat. Pemanfaatan lain yang lebih terbatas meliputi pembuatan zat pewarna.
Pygeum, suatu obat herbal yang mengandung ekstrak kulit batang Prunus africana, digunakan untuk membantu meredakan sebagian gejala yang disebabkan oleh peradangan pada penderita hiperplasia prostat jinak.
Spesies-spesies Prunus menjadi tumbuhan pakan bagi larva berbagai spesies Lepidoptera (kupu-kupu dan ngengat).
Spesies Prunus termasuk dalam daftar tumbuhan dengan tingkat kemudahan terbakar yang rendah yang disusun oleh Dinas Pemadam Kebakaran Tasmania, sehingga dianggap sesuai untuk ditanam di dalam zona perlindungan bangunan.[37]
Prunus hias
Kelompok tanaman hias mencakup spesies-spesies yang secara kolektif dikenal sebagai "ceri berbunga" (termasuk sakura, yaitu ceri berbunga Jepang).
Toksisitas
Banyak spesies bersifat sianogenik, yaitu mengandung senyawa glikosida sianogenik, terutama amigdalin, yang melalui proses hidrolisis akan menghasilkan hidrogen sianida.[38] Meskipun buah dari beberapa spesies dapat dimakan oleh manusia dan ternak (selain juga umum dikonsumsi oleh burung pemakan buah), biji, daun, dan bagian tumbuhan lainnya dapat bersifat beracun, bahkan sangat beracun pada beberapa spesies.[39] Tumbuhan ini hanya mengandung hidrogen sianida dalam jumlah renik, tetapi ketika jaringan tumbuhan rusak, terhancurkan, dan terpapar udara atau mengalami pencernaan, dapat terbentuk hidrogen sianida dalam kadar yang beracun. Kandungan renik tersebut dapat memberikan cita rasa khas berupa "badam pahit", dengan rasa pahit yang semakin kuat pada konsentrasi yang lebih tinggi; rasa ini lebih mudah ditoleransi oleh burung daripada manusia, karena burung secara alami memang memakan buah-buah tertentu tersebut.
Catatan
- ^ Usia 76 juta tahun juga pernah diajukan untuk Rosaceae, yang berarti berasal dari Kapur Akhir.
- ^ Lakukan pencarian pada basis data ITIS menggunakan nama ilmiah Prunus untuk memperoleh daftar spesies terkininya.
- ^ Beberapa spesies lain juga muncul, yang karena berbagai alasan belum dimasukkan ke dalam ITIS.
Referensi
- ^ "Rosales". www.mobot.org. Diakses tanggal 2023-06-16.
- ^ Peppe, Daniel J.; Hickey, Leo J.; Miller, Ian M.; Green, Walton A. (October 2008), "A Morphotype Catalogue, Floristic Analysis and Stratigraphic Description of the Aspen Shale Flora(Cretaceous–Albian) of Southwestern Wyoming", Bulletin of the Peabody Museum of Natural History (dalam bahasa Inggris), 49 (2): 181–208, Bibcode:2008BPMNH..49..181P, doi:10.3374/0079-032X-49.2.181, ISSN 0079-032X
- ^ a b c d e f g h Potter, D.; Eriksson, T.; Evans, R.C.; Oh, S.; Smedmark, J.E.E.; Morgan, D.R.; Kerr, M.; Robertson, K.R.; Arsenault, M.; Dickinson, T.A.; Campbell, C.S. (2007). "Phylogeny and classification of Rosaceae". Plant Systematics and Evolution. 266 (1–2): 5–43. Bibcode:2007PSyEv.266....5P. doi:10.1007/s00606-007-0539-9. S2CID 16578516. [Mengacu pada anak suku dengan nama "Spiraeoideae"]
- ^ a b "Prunus L." Plants of the World Online. Royal Botanic Gardens, Kew. Diakses tanggal 17 March 2024.
- ^ Niklas, Karl J. (1997). The evolutionary biology of plants. Chicago: University of Chicago Press. ISBN 978-0226580838. OCLC 35262271.
- ^ Chin, S.W.; Shaw, J.; Haberle, R.; Wen, J.; Potter, R. (July 2014). "Diversification of almonds, peaches, plums and cherries – Molecular systematics and biogeographic history of Prunus (Rosaceae)". Molecular Phylogenetics and Evolution. 76: 34–48. Bibcode:2014MolPE..76...34C. doi:10.1016/j.ympev.2014.02.024. PMID 24631854.
- ^ Velasco, Dianne; Hough, Josh; Aradhya, Mallikarjuna; Ross-Ibarra, Jeffrey (1 December 2016). "Evolutionary Genomics of Peach and Almond Domestication". G3: Genes, Genomes, Genetics. 6 (12): 3985–3993. doi:10.1534/g3.116.032672. ISSN 2160-1836. PMC 5144968. PMID 27707802.
- ^ Terry, Leon A. (2011). Health-promoting properties of fruit and vegetables. Wallingford, Oxfordshire, UK: CABI. ISBN 9781845935283. OCLC 697808315.
- ^ Cullen, J.; et al., ed. (1995). European Garden Flora. Vol. 4. Cambridge University Press. ISBN 9780521420952.
- ^ Li, Ya; Smith, Thierry; Liu, Chang-Jiang; Awasthi, Nilamber; Yang, Jian; Wang, Yu-Fei; Li, Cheng-Sen (April 2011). "Endocarps of Prunus (Rosaceae: Prunoideae) from the early Eocene of Wutu, Shandong Province, China". Taxon. 60 (2): 555–564. Bibcode:2011Taxon..60..555L. doi:10.1002/tax.602021.
- ^ a b Stockey, Ruth A.; Wehr, Wesley C. (1996). "Flowering Plants in and around Eocene Lakes of the Interior". Dalam Ludvigson, Rolf (ed.). Life in Stone: a Natural History of British Columbia's Fossils. Vancouver: UBCPress. hlm. 234, 241, 245. ISBN 978-0-7748-0578-0.
- ^ Oh, Sang-Hun; Potter, Daniel (2005). "Molecular phylogenetic systematics and biogeography of tribe Neillieae (Rosaceae) using DNA sequences of cpDNA, rDNA, and LEAFY1". American Journal of Botany. 92 (1): 179–192. doi:10.3732/ajb.92.1.179. PMID 21652396.
- ^ Benedict, John C.; DeVore, Melanie L.; Pigg, Kathleen B. (May 2011). "Prunus and Oemleria (Rosaceae) Flowers from the Late Early Eocene Republic Flora of Northeastern Washington State, U.S.A.". International Journal of Plant Sciences (dalam bahasa Inggris). 172 (7): 948–958. Bibcode:2011IJPlS.172..948B. doi:10.1086/660880. ISSN 1058-5893.
- ^ a b Dillhoff, Richard M.; Leopold, Estella B.; Manchester, Steven R. (February 2005). "The McAbee flora of British Columbia and its relation to the Early-Middle Eocene Okanagan Highlands flora of the Pacific Northwest" (PDF). Canadian Journal of Earth Sciences. 42 (2): 151–166. Bibcode:2005CaJES..42..151D. CiteSeerX 10.1.1.452.8755. doi:10.1139/e04-084. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 3 March 2016. Diakses tanggal 2 September 2007.
- ^ Linnaeus Carolus (1830). Sprengel, Curtius (ed.). Genera Plantarum Editio Nona [Plant Categories, Ninth Edition]. Gottingen: Dieterich. hlm. 402–403.
- ^ Bailey, Liberty Hyde (1898). Sketch of the Evolution of Our Native Fruits. New York: The MacMillan Company. hlm. 181.
- ^ Lee, Sangtae; Wen, Jun (2001). "A phylogenetic analysis of Prunus and the Amygdaloideae (Rosaceae) using ITS sequences of nuclear ribosomal DNA". American Journal of Botany. 88 (1): 150–160. doi:10.2307/2657135. JSTOR 2657135. PMID 11159135.
- ^ Okie, William (July 2003). "Stone Fruits". Dalam Janick, J.; Paulii, R.E. (ed.). Encyclopedia of Fruits and Nuts. C A B Intl (dipublikasikan 2008).
- ^ Liu, Xiao-Lin; Wen, Jun; Nie, Ze-Long; Johnson, Gabriel; Liang, Zong-Suo; Chang, Zhao-Yang (14 December 2012). "Polyphyly of the Padus group of Prunus (Rosaceae) and the evolution of biogeographic disjunctions between eastern Asia and eastern North America". Journal of Plant Research. 126 (3): 351–361. doi:10.1007/s10265-012-0535-1. PMID 23239308. S2CID 5991106.
- ^ Shi, Shuo; Li, Jinlu; Sun, Jiahui; Yu, Jing; Zhou, Shiliang (2013). "Phylogeny and classification of Prunus sensu lato (Rosaceae)". Journal of Integrative Plant Biology. 55 (11): 1069–1079. Bibcode:2013JIPB...55.1069S. doi:10.1111/jipb.12095. ISSN 1744-7909. PMID 23945216.
- ^ "plum". Online Etymological Dictionary.
- ^ "prune". Online Etymological Dictionary.
- ^ "prūnum". Lewis's Elementary Latin Dictionary. Perseus Digital Library. 1890.
- ^ "prūnus". Lewis's Elementary Latin Dictionary. Perseus Digital Library. 1890.
- ^ "προῦμνον". Liddell and Scott's Greek-English Lexicon. Perseus Digital Library.
- ^ "προύμνη". Liddell and Scott's Greek-English Lexicon. Perseus Digital Library.
- ^ Linnaeus, Carolus (1737). Hortus Cliffortianus. Amsterdam. hlm. 186. doi:10.5962/bhl.title.690. Diakses tanggal 5 December 2017.
- ^ "Damson-hop aphid, Phorodon humuli". Rothamstead Insect Survey. Rothamstead Research. Diarsipkan dari asli tanggal 26 June 2012.
- ^ Benson, N.R.; Woodbridge, C.G.; Bartram, R.D. (1994). "Nutrient Disorders in Tree Fruits" (PDF). Pacific Northwest Extension Publications. Diakses tanggal 9 September 2017.
- ^ Day, Kevin (27 January 1999). "Peach and Nectarine Cork Spot:A Review of the 1998 Season" (PDF). University of California Cooperative Extension – Tulare County. University of California, Davis. Diakses tanggal 9 September 2017.
- ^ Hartman, John; Bachi, Paul (November 2005). "Gummosis and Perennial Canker of Stone Fruits" (PDF). Plant Pathology. University of Kentucky. Diakses tanggal 9 September 2017.
- ^ a b "Black knot". www.alberta.ca. Diakses tanggal 2020-10-07.
- ^ "Chicken of the Woods (Laetiporus sulphureus species complex)". Diakses tanggal 2023-10-21.
- ^ "Yellow tree fungus on very old plum tree #246036". ask2.extension.org. Diakses tanggal 2023-10-18.
- ^ "The Gift of Graft: New York Artist's Tree To Grow 40 Kinds of Fruit". NPR. 3 August 2014. Diakses tanggal 3 January 2015.
- ^ "This tree produces 40 different types of fruit". ScienceAlert. 21 July 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 8 November 2016. Diakses tanggal 3 January 2015.
- ^ Chladil, Mark; Sheridan, Jennifer (2006). "Fire retardant garden plants for the urban fringe and rural areas" (PDF). www.fire.tas.gov.au. Diakses tanggal 5 December 2017.
- ^ Armstrong, E. Frankland (1913). "Glucosides". Dalam Davis, W.A.; Sadtler, Samuel S. (ed.). Allen's Commercial Organic Analysis. Vol. VII (Edisi Fourth). Philadelphia: P. Blakiston's Son & Co. hlm. 102. Diakses tanggal 5 December 2017.
- ^ Cook, Laurence Martin; Callow, Robert S. (1999). Genetic and evolutionary diversity: the sport of nature (Edisi 2nd). Cheltenham: Stanley Thornes. hlm. 135.
Pranala luar
- "GRIN Species Records of Prunus". Beltsville, Maryland: USDA, ARS, National Genetic Resources Program. Germplasm Resources Information Network (GRIN) [Online Database]. National Germplasm Resources Laboratory. Diakses tanggal 13 November 2009.
- "Our Cherries Collection — Prunus". Missouri Botanical Garden: Kemper Center for Home Gardening. 2001–2009. Diarsipkan dari asli tanggal 5 August 2010. Diakses tanggal 13 November 2009.
- Tree of 40 fruit website Diarsipkan 18 September 2017 di Wayback Machine.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.









