The Disenchanted Forest
| The Disenchanted Forest | |
|---|---|
| Sutradara | Sarita Siegel |
| Produser | Taggart Siegel |
| Ditulis oleh | Sarita Siegel |
| Narator | Brooke Shields |
| Penata musik | Rob Waugh |
| Sinematografer | Taggart Siegel |
| Editor | Amy Young dan Greg Snider |
| Distributor | Cube International, Bullfrog Films, Collective Eye Films, The FreeStyle Life |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 52 menit |
| Bahasa | Inggris |
The Disenchanted Forest adalah film dokumenter tahun 1999 yang mengisahkan tentang beberapa orang utan yatim piatu yang terancam punah di Kalimantan. Film ini mengikuti proses rehabilitasi dan pengembalian mereka ke habitat hutan hujan mereka. Film ini berpusat pada tiga proyek utama Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS), yaitu Wanariset, Nyaru Menteng, dan Mawas. Film ini dinarasikan oleh artis Amerika ternama Brooke Shields.[1][2]
Sinopsis

Di hutan hujan Kalimantan, Dr. Anne Russon, seorang psikolog primata, menelusuri wilayah baru dalam upaya memahami kecerdasan dan psikologi orangutan. Orang utan, seperti halnya manusia, memiliki "budaya". Mereka tidak hanya mengandalkan naluri hewani untuk bertahan hidup, melainkan masyarakat tetua dan teman sebaya yang kaya dan kompleks menyediakan pengetahuan penting bagi individu muda yang diperlukan untuk kelangsungan hidup mereka di hutan hujan.
Penghancuran habitat orangutan untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit dan perdagangan hewan peliharaan ilegal mengancam kehidupan kera besar ini. Ketika mereka diambil dari habitatnya atau ketika habitatnya dihancurkan, budaya mereka tidak lagi berfungsi.
Dr. Willie Smits, direktur Proyek Reintroduksi Orang Utan Wanariset, dan timnya menyelamatkan ratusan orangutan. Dr. Smits berkomitmen untuk melestarikan habitat orangbutan dan mengembalikan orang utan yang ditangkap kembali ke habitat hutan hujan mereka.
Dr. Carl Van Schaik, seorang primatologis, membahas peluang yang semakin berkurang untuk mempelajari evolusi manusia karena jumlah orang utan liar menurun drastis. Ia percaya pertanyaan-pertanyaan seperti, 'dari mana budaya kita berasal?' dapat dijawab melalui studi budaya orang utan dan dalam konteks ini ia membahas budaya yang sangat rapuh dari orang utan yang hidup soliter.
Di Wanariset, orang utan yatim piatu mempelajari keterampilan yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup di alam liar. Ketika mereka sudah cukup dewasa dan terampil, mereka dilepas ke hutan hujan yang dilindungi. Tanpa ibu dan tetua yang lebih berpengetahuan, komunitas 'Lord of the Flies' yang aneh berevolusi di hutan. Akhirnya orangutan belajar untuk mandiri tanpa bantuan manusia.
Artikel ini hanya menggunakan sumber primer sebagai referensi. |
Dengan ancaman kepunahan orangutan, kesempatan untuk mengamati dan berinteraksi dengan mereka di lingkungan alami mereka berkurang.
"Mengharukan tanpa sentimentil... membuat kita berpikir keras tentang makna dan nilai budaya dan alam." Prof. Lorraine Daston, Direktur, Institut Max Planck untuk Sejarah Sains
Penghargaan
- Penghargaan Komendasi, The Genesis Awards, 2002.
- Finalis, Marion Zentz Best Newcomer Award, Jackson Hole Film Festival, 2001.
- Merit Award for Educational Value & Merit Award for Production Value, International Wildlife Film Festival, Missoula, Montana, 2002.
- Juara 2 EarthVision Environmental Film & Video Competition, 2001.
- Merit Award, Columbus, Ohio, 2002.
- Sinematografi Terbaik, Festival du Cinéma de Bruxelles, 2004.
Festival
- Festival Film Masyarakat Primatologi Internasional
- Merit Awards, Festival Film Satwa Liar Internasional, Missoula
- Finalis, Penghargaan Pendatang Baru Terbaik, Festival Film Satwa Liar Jackson Hole
- Honorable Mention, Festival Film & Video Internasional Columbus
- Komendasi, The Genesis Awards
- Sinematografi Terbaik, Festival Film Brussels
- Juara 2, Kompetisi Film dan Video Lingkungan Hidup EarthVision
- Festival Film Internasional Mill Valley
- Festival Film Wanita Rocky Mountain
- Ekotopfilm, Slovakia
- Festival Film Dokumenter Hot Springs
- Festival Film Internasional Cork
- Festival Film Internasional Tahoe
- Festival Film Lingkungan Hazel Wolf
- Festival Film Internasional Breckenridge
- Festival Film Asia Amerika San Diego
- Festival Film River Run
- Festival Film Temecula Valley
- Festival Film Gaia, San Diego
- Festival Film Sedona
- Festival Film Lingkungan Tangle River
- Festival Film Artivist
- Festival EcoVision, Palermo
- Festival Film Internasional Reel 2 Real untuk Remaja
Referensi
- ^ "The Disenchanted Forest | Bullfrog Films". www.bullfrogfilms.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2001-12-17.
- ^ DVD ISBN 1-59458-350-1 VHS ISBN 1-56029-918-5
Pranala luar
- The Disenchanted Forest di IMDb (dalam bahasa Inggris)
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.









