Share to:

Yazid bin Harun

Yazid bin Harun (Arabic : يزيد بن هارون) merupakan seorang ulama Tabi'in, ahli hadis, yang hidup pada masa setelah wafatnya Nabi Islam Muhammad.[1] Nama lengkapnya Abu Khalid Yazid bin Harun bin Zadzi. Menurut suatu pendapat, nama Zadzi adalah Zadzan binTsabit As-Sulami Al-Wasithi. Kakek Yazid Al-Wasiti yang benama Zadzan ini adalah budak Ummu Ashim, isteri Uthbah bin Farqad, yang kemudian dimerdekakan. Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa dia aslinya berasal dari daerah Bukhara. Ia lahir tahun 118 H. Wajahnya tampan, berbadan tinggi dan berkulit putih kemerahan.

Kehidupan

Para ulama ahli hadits di Baghdad mengadakan perayaan besar menyambut kedatangan Yazid bin Harun. Mereka beramai-ramai menyambutnya penuh penghormatan. Ali bin Syu'aib memberitahukan bahwa Imam Asy-Syafi'i pernah mendengar Yazid bin Harun berkata, "Aku telah hafal 24.000 hadits berikut sanadnya. Dan aku juga telah hafal 20.000 hadits dengan sanad Para Perawi dari Syam." [2]

Yahya bin Abi Thalib berkata, "Aku telah mendengar bahwa pengajian Yazid di Baghdad dihadiri sekitar 70.000 (tuiuh puluh ribu) orang."[1] Beberapa kali Yahya memergoki penyebar hadis palsu di majlis-majlis yang ia hadiri sendiri lalu ia membantahnya.[3]

Pernah Al-Makmun menyatakan, kalau saja Yazid bin Harun tidak ada, maka ia sudah menyatakan bahwa Alquran itu makhluk (sebagaimana ia fatwakan di kemudian hari). Seorang staf istana bertanya, ”Kenapa Anda begitu segan dengan Yazid bin Harun?” Al-Makmun menjelaskan, ia sangat mengakui kharisma beliau yang begitu dihormati dan dijadikan rujukan oleh hampir semua rakyatnya. Kalau ia mengatakan itu, dan pasti Yazid bin Harun akan membantahnya, maka rakyat akan bergejolak. Dan itu merupakan bencana baginya.

Yazid bin Harun menjadi pemimpin dalarn mempertahankan sunnah sekaligus penentang bagi kelompok Jahmiyah. Dia merupakan orang yang serius menentang takwil kaum Jahmiyah dalam masalah al-istiwa' (Allah bersemayam).

Al-Harits bin Abi Usamah, dia berkata, "Ketika Yazid bin Harun mengajar sedang ada muridnya yang terlambat masuk, maka diamenghukumnya dengan berkata, "Hai kamu, ambilkan aku sapu."[1]

Ibadahnya

Ahmad bin Sinan berkata, "Aku belum pernah melihat ulama yang shalatnya lebih bagus dari Yazid bin Harun. Ketika dia berdiri dalam shalat, maka seolah-olah ia adalah tiang yang berdiri kokoh di antara waktu Zuhur dengan Ashar, Magrib dengan Isya' dan tidak pernah berhenti dari mengerjakan shalat di malam dan di siang hari. Dia dan Husyaim adalah orang yang terkenal menunaikan shalat dengan lama, baik shalat di siang maupun di malam hari."

Ashim bin Ali berkata, "Aku dan Yazid bin Harun bersama-sama di rumah Qais Ibnu Ar-Rabi'pada tahun 161 Hijriyah. Adapun Yazid bin Harun ketika menunaikan shalat Isya, dia akan tetap berdiri sampai tiba waktu shalat subuh dengan wudhu itu juga. Hal semacam itu berlangsung sekitar 47 tahun.

Guru-gurunya

Beberapa dari guru Yazid yaitu berguru pada Yahya bin Said Al-Anshari, Sulaiman At-Taimi, Ashim Al-Ahwal, Humaid Ath-Thawil, Dawud bin Abi Hind, Abdullah bin Aun, Husain Al-Muallim,Hajjaj bin Abi Zainab, Awwam bin Hausyab,Hajjaj bin Arthah, Bahz bin Hukaim, Hisyam bin Kisan, Abu Ghassan bin Muhammad bin Mathraf, Syu'bah bin Al-Hajjaj, Muhammad bin Amr Al-Laitsi, Hammad bin Zaid, Hammad bin Salamah dan guru-guru yang lain.

Murid-muridnya

Beberapa murid Yazid yaitu Ahmad bin Hambal, Alibin Al-Madani, Abu Khaitsamah, Abu Bakar bin Abi Syaibah, Khalaf bin Muslim, Ahmad bin Munik, Muhammad bin Abdirrahim Sha'iqah, Ya'qub Ad-Dauraqi, Muhammad bin Hisan Al-Azraq Al-Hasan bin Shabah, Al-Bazzar, Al-Hasan bin Muhammad bin Ash-Shabah Az-Za'farari, Hasan bin Urfah, Sa'dan bin Nashr, Al-Hasan bin Mukarram, Al-Harits bin Abi Usamah dan lain-lain.

Kematian

Yazid bin Harun wafat pada masa pemerintahan Al-Makmun dalam usia 88 tahun lebih beberapa bulan pada tahun 206 Hijriyah.

Referensi

  1. ^ a b c Farid, Syaikh Ahmad (2006). 60 Biografi Ulama Salaf. Jakarta : Pustaka Al-Kautsar. ISBN 9795923692
  2. ^ "إسماعيل بن عيسى: PENGHAFAL 24000 HADIS". إسماعيل بن عيسى. Diakses tanggal 2026-08-02.
  3. ^ Ulum, Muhammad Babul (2013-03-01). Super Salat: Fikih 5 Salat Fardu dalam 3 Waktu. Citra. hlm. 99. ISBN 978-979-26-0721-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Prefix: a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Portal di Ensiklopedia Dunia

Kembali kehalaman sebelumnya