Share to:

Kue plasenta


Kue plasenta adalah hidangan dari Yunani dan Romawi kuno yang terdiri atas banyak lapisan adonan yang diselingi campuran keju (seperti ricotta) dan madu, diberi aroma daun salam, kemudian dipanggang dan dilapisi madu.[1][2] Hidangan penutup ini disebutkan dalam teks-teks klasik seperti puisi Yunani karya Archestratos dan Antiphanes, serta dalam De agri cultura karya Cato yang Tua.[2] Kue ini diyakini memiliki hubungan dengan baklava.[1][3]

Nama

Kata Latin placenta berasal dari bahasa Yunani plakous (Yunani Kuno: πλακοῦς, bentuk genitif πλακοῦντος – plakountos, dari πλακόεις – plakoeis, yang berarti "datar"), yang digunakan untuk menyebut roti tipis atau berlapis.[4][5][6]

Sejarah

Sebagian besar sumber menyebut bahwa placenta, dan kemungkinan juga baklava, berasal dari resep Yunani Kuno.[7][8] Odyssey karya Homer, yang ditulis sekitar tahun 800 SM, menyebutkan roti tipis yang diberi pemanis dari kenari dan madu.[7] Pada abad ke-5 SM, Philoxenos dalam puisinya berjudul Dinner menulis bahwa pada hidangan penutup, tuan rumah akan menyiapkan dan menyajikan kue keju yang dibuat dari susu dan madu, lalu dipanggang menjadi pai.[9]

Penyebutan awal plakous sebagai hidangan penutup (atau makanan manis setelah santapan utama) ditemukan dalam puisi-puisi karya Archestratos. Ia menggambarkan plakous disajikan bersama kacang-kacangan dan buah kering, serta memuji versi plakous khas Athena yang dilapisi madu.[2]

Antiphanes (aktif pada abad ke-4 SM), yang sezaman dengan Archestratos, memberikan deskripsi rinci tentang plakous yang dibuat dari tepung gandum dan keju kambing sebagai bahan utamanya.[2][10] Kemudian, pada tahun 160 SM, Cato yang Tua menuliskan resep placenta dalam karyanya De agri cultura. Andrew Dalby menganggap resep tersebut, bersama dengan resep-resep hidangan penutup lainnya dari Cato, mengikuti “tradisi Yunani” dan kemungkinan besar disalin dari buku masak Yunani.[2][11] Penulis kuliner Mark Kurlansky menggambarkan resep Cato sebagai resep yang sulit dipahami dan akan menghasilkan hidangan yang tidak bisa dimakan jika diikuti secara harfiah.[12]

Warisan

Sejumlah sarjana modern berpendapat bahwa hidangan penutup Yunani-Romawi ini memiliki penerus di masa Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium), yaitu plakountas tetyromenous (“placenta keju”) dan koptoplakous (Yunani Bizantium: κοπτοπλακοῦς), yang masing-masing menjadi cikal bakal tiropita (atau banitsa) dan baklava modern.[1][13] Saat ini, nama placenta (Yunani: πλατσέντα) masih digunakan di pulau Lesbos, Yunani, untuk menyebut hidangan penutup sejenis baklava yang terdiri atas lapisan-lapisan adonan pastri berisi kacang cincang, dipanggang, lalu disiram madu.[14][15] Adonan placenta modern ini dibuat dari lembaran tipis adonan pastri rapuh yang direndam dalam sirup gula sederhana, dengan tambahan ouzo ke dalam adonannya.[16][17]

Melalui nama Yunani Bizantium plakountos, hidangan ini diadopsi ke dalam kuliner Armenia dengan sebutan plagindi, plagunda, dan pghagund, yang semuanya berarti “kue roti dan madu”.[18] Dari istilah terakhir inilah muncul nama Arab iflaghun, yang disebutkan dalam buku masak Arab abad pertengahan Wusla ila al-habib sebagai hidangan khas orang Armenia Kilikia yang menetap di Asia Kecil bagian selatan serta di kerajaan-kerajaan Tentara Salib di Suriah utara.[18] Dengan demikian, hidangan ini kemungkinan menyebar ke kawasan Levant pada Abad Pertengahan melalui orang-orang Armenia, banyak di antaranya bermigrasi ke wilayah tersebut setelah munculnya suku-suku Turki di Anatolia abad pertengahan.[19]

Berbagai variasi lain dari hidangan Yunani-Romawi ini tetap bertahan hingga masa modern, misalnya plăcintă dari Rumania (pastri panggang berisi keju) dan palatschinke dari Wina (pancake tipis mirip crepe yang juga umum di kawasan Balkan, Eropa Tengah, dan Eropa Timur).[2]

Referensi

  1. ^ a b c Faas 2005, hlm. 184–185.
  2. ^ a b c d e f Goldstein 2015, "ancient world"
  3. ^ Traditional Greek Cooking: A Memoir with Recipes. ISBN 9781859641170.
  4. ^ Lewis & Short 1879: placenta.
  5. ^ Liddell & Scott 1940: πλακοῦς.
  6. ^ Stevenson & Waite 2011, p. 1095, "placenta".
  7. ^ a b Mayer, Caroline E. "Phyllo Facts". Washington Post. 1989. Archived.
  8. ^ "The Long, Contested History of Baklava". 20 May 2019.
  9. ^ Hoffman, Susanna. The Olive and the Caper. Workman Publishing Company, Inc. ISBN 9781563058486
  10. ^ Dalby 1998, p. 155: "Placenta is a Greek word (plakounta, accusative form of plakous 'cake').
  11. ^ Dalby 1998, p. 21: "We cannot be so sure why there is a section of recipes for bread and cakes (74-87), recipes in a Greek tradition and perhaps drawing on a Greek cookbook. There is a Possibly Greeks included it from Italians. Cato included them so that the owner and guests might be entertained when visiting the farm; possibly so that proper offerings might be made to the gods; more likely, I believe, so that profitable sales might be made at a neighbouring market."
  12. ^ Scott Simon (12 July 2025). "Award-winning food writer Mark Kurlansky discusses his new novel 'Cheesecake'". NPR.
  13. ^ Salaman 1986, hlm. 184; Vryonis 1971, hlm. 482.
  14. ^ Τριανταφύλλη, Κική (17 October 2015). "Πλατσέντα, από την Αγία Παρασκευή Λέσβου". bostanistas.gr. Diakses tanggal 7 February 2020.
  15. ^ Γιαννέτσου 2014, p. 161: "Η πλατσέντα είναι σαν τον πλακούντα των αρχαίων Ελλήνων, με ξηρούς καρπούς και μέλι."
  16. ^ Αποστολή με Email. "Πλατσέντα, από την Αγία Παρασκευή Λέσβου | Άρθρα | Bostanistas.gr : Ιστορίες για να τρεφόμαστε διαφορετικά". Bostanistas.gr. Diakses tanggal 2017-01-28.
  17. ^ Λούβαρη-Γιαννέτσου, Βασιλεία (2014). "Πλατσέντα ή γλυκόπιτα". Τα Σαρακοστιανά 50 συνταγές για τη Σαρακοστή και τις γιορτές [Lent foods: 50 recipes for Lent and the holidays].
  18. ^ a b Perry 2001, hlm. 143.
  19. ^ Bozoyan 2008, hlm. 68.

Bibliografi

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Prefix: a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Portal di Ensiklopedia Dunia

Kembali kehalaman sebelumnya